Film horor Cerita Lila yang tayang sejak 18 Juni lalu telah meraih lebih dari 650 ribu penonton. Produser eksekutif sekaligus CEO Show Token, Akshay Melwani, mengaku puas dengan capaian film arahan sutradara Bobby Prasetyo tersebut.
Cerita Lila diadaptasi dari kisah penelusuran mistis populer Sara Wijayanto di kanal YouTube Diary Misteri Sara. Film ini mengisahkan perjalanan arwah seorang gadis kecil bernama Lila yang tak pernah berhenti mencari saudari kembarnya, Lili. Perpaduan antara perjalanan emosional dan teror supranatural menjadikan film ini salah satu horor Indonesia yang paling banyak diperbincangkan di media sosial.
Akshay Melwani mengaku bangga dan bahagia melihat antusiasme penikmat film Tanah Air. "Tergantung dukungan masyarakat, kalau delapan hari sudah hampir 600 ribu penonton, puji Tuhan semoga bisa sejuta penonton. Saya sudah menonton Cerita Lila. Banyak ulasan positif, setahu saya banyak yang membandingkan dengan The Conjuring, wah!" katanya.
Show Token berambisi mengangkat total lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini. Menurut Akshay, Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun tingginya kebutuhan pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, pihaknya mengembangkan ekosistem inovatif yang memungkinkan pendanaan proyek film dengan pendekatan berbasis teknologi.
"Kami harap untuk proyek film berikutnya, juga bisa tembus lebih banyak penonton. Kami telah rencanakan sekitar 30 film untuk tiga kuartal berikutnya. Di masa mendatang, kami siap mendukung sekitar 300 film," tuturnya.
Siapkan Investasi USD 100 Juta
Chief Operating Officer (COO) Show Token menyatakan pihaknya telah menyiapkan investasi hingga USD 100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun di kawasan Asia Tenggara. Investasi ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif digital, termasuk di sektor perfilman.
Menurut Joshua, Indonesia dipilih sebagai fokus utama karena memiliki potensi besar dari sisi talenta kreatif, meskipun masih sering menghadapi tantangan dalam hal pembiayaan dan distribusi karya. "Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, tetapi sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien," ujarnya.
Tak Berhenti di Cerita Lila
Setelah kesuksesan Cerita Lila, Show Token bersama rumah produksi MVP Pictures akan segera merilis film Sihir Tanah Kubur yang dijadwalkan tayang pada Juli mendatang. Kolaborasi strategis juga dilakukan bersama A&Z Production.
Sejumlah judul film menarik sudah masuk dalam daftar antrean produksi, di antaranya Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.
Artikel Terkait
Kekeringan di Cibarusah, Bekasi: 160 KK Kesulitan Air Bersih
Mengapa Sumatera Barat Berbeda: Analisis Kemenangan Anies di Ranah Minang
Pemerintah Alokasikan 80 Persen Beasiswa LPDP untuk Bidang STEM dan Industri Strategis Mulai 2026
All-Stars Kudus Juara MilkLife Soccer Challenge 2026, Enam Pemain Berbagi Gelar Top Skor