Program Ekraf Digital Talent 2026 Cetak 2.043 Talenta AI, Lampaui Target

- Minggu, 28 Juni 2026 | 10:50 WIB
Program Ekraf Digital Talent 2026 Cetak 2.043 Talenta AI, Lampaui Target

Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Badan Ekonomi Kreatif mencatat keberhasilan program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 yang menghasilkan 2.043 lulusan andal di bidang kecerdasan buatan (AI). Jumlah itu melampaui target awal yang hanya 800 orang, dari total 5.905 pendaftar.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenkraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan program yang berlangsung sejak April itu awalnya menargetkan 2.000 peserta, namun pendaftar mencapai lebih dari 5.000 orang. "Ini sudah dilaksanakan sekitar dua bulan dan target tadinya pesertanya 2.000, tapi yang mendaftar 5.000 lebih. Dan target lulusannya juga 800, ternyata yang lulus juga lebih dari 2.000 juga," kata Neil saat diwawancarai di Gedung Film Pesona Indonesia, Sabtu (27/6/2026).

Peserta program berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan 70 persen dari Pulau Jawa dan 30 persen dari luar Jawa. Jawa Barat menjadi provinsi dengan peserta terbanyak, disusul Jawa Timur dan DKI Jakarta. Para lulusan terdiri dari berbagai kalangan usia, baik yang belum bekerja, sudah bekerja, maupun pelaku ekonomi kreatif.

Kesiapan Menghadapi Disrupsi

Neil menekankan bahwa kemampuan AI yang dimiliki para lulusan dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapan skill memasuki dunia kerja, atau mengembangkan kreativitas dan produktivitas bagi yang sudah bekerja. "Saya lihat ada beberapa dari peserta ini yang ternyata sedang bekerja. Jadi, saya senang juga bahwa teman-teman ternyata bukan sekadar reskilling, tapi juga upskilling nanti di dunia kerjanya," ucap dia.

Menurut Neil, AI kini bukan lagi sekadar teknologi, melainkan infrastruktur yang melekat untuk meningkatkan produktivitas, karya, dan nilai ekonomi. Kehadiran AI mau tidak mau harus dihadapi oleh sumber daya manusia Indonesia. Apalagi, talenta AI menjadi bagian dari talenta digital yang merupakan kebutuhan strategis negara. Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat Indonesia masih membutuhkan 600.000 hingga 1,2 juta talenta digital per tahun dari sektor teknologi dan subsektor ekonomi kreatif.

"Kami yakin kita akan menghadapi berbagai tantangan disrupsi ke depannya dan kita tentunya harus siap. Itulah kenapa kita juga di Ekonomi Kreatif ini mendorong teman-teman kreator untuk mulai masuk ke dalam dunia AI untuk mempelajari dan juga nantinya bisa menerapkan," tutur Neil.

Pelatihan Fundamental dan Ragam Latar Belakang

CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, mengungkapkan bahwa selama dua bulan pelatihan, peserta diajarkan hal fundamental terkait AI, seperti karakter, cara kerja, hingga teknik membuat prompt untuk menghasilkan sesuatu yang tidak biasa, seperti website, sistem keuangan, atau kampanye pengembangan produk. Teknik pengembangan AI yang dikuasai lulusan disesuaikan dengan latar belakang mereka, sehingga kemampuan AI dapat mendukung kapabilitas secara relevan di dunia kerja maupun industri kreatif.

"Kalau tadi kita lihat ada yang dari industri manufaktur, ada yang dari dia mungkin kayak freelancer juga yang lagi mencoba mengembangkan produk. Jadi memang AI ini bisa bermanfaat buat hampir semua sektor industri dan memang pelatihan ini tujuannya untuk memastikan supaya semua orang yang bekerja di industri atau akan bekerja di industri itu bisa punya kapabilitas lebih," ungkap Narendra.

Salah satu peserta yang menarik perhatiannya adalah seorang pebisnis sekaligus pencinta olahraga lari yang membuat materi kampanye produk dan brand secara mandiri menggunakan AI. Hal itu menunjukkan bahwa membangun industri kreatif dengan AI bisa dilakukan sendiri tanpa melibatkan banyak orang. "Tadi ada salah satu yang menurut saya sangat menarik. Dia pelari, dia pekerja, dia tahu bahwa kalau mau lari itu dia butuh energi gel. Nah, itu dia pengen bikin produknya sendiri. Jadi kelihatan banget dia riset dari situ, dia bahkan bikin kayak brand-nya, terus dia bahkan bikin material campaign-nya semuanya dari situ," pungkas dia.

Dengan hadirnya 2.043 lulusan baru program BDT 2026, diharapkan mereka menjadi talenta digital yang baik bagi negara dan mampu menjadi transformator digital di lingkungan masing-masing, menciptakan nilai ekonomi baru dari dunia kreatif.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags