Ousmane Dembele menjadi bintang kemenangan telak Prancis atas Norwegia dengan skor 4-1 dalam laga lanjutan babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Boston, Jumat (26/6). Pemain sayap Paris Saint-Germain itu mencetak tiga gol semuanya tercipta di babak pertama dan memastikan Les Bleus menguasai puncak klasemen Grup I.
Prancis langsung tampil agresif sejak menit awal. Kylian Mbappe nyaris membuka keunggulan pada detik ke-21 ketika tendangannya masih membentur mistar gawang. Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ketujuh. Dembele menerima umpan Mbappe dan menaklukkan kiper Norwegia, Egil Selvik, dengan tembakan kaki kanan yang keras.
Keunggulan itu berlipat pada menit ke-20. Dembele kembali menjebol gawang lawan, kali ini melalui tembakan kaki kiri yang dilepaskan di antara kawalan tiga pemain bertahan Norwegia. Performa gemilangnya belum berhenti di situ. Pada menit ke-32, Dembele melengkapi hat-trick dengan sepakan melengkung yang melewati kepungan empat bek lawan.
Norwegia sempat memperkecil ketertinggalan hanya 14 detik setelah kick-off babak kedua dimulai melalui gol Thelo Aasgaard. Mereka bahkan mendapatkan peluang emas untuk mendekatkan skor ketika wasit menunjuk titik putih pada menit ke-49 setelah Theo Hernandez melanggar Oscar Bobb. Namun, eksekusi penalti Jorgen Strand Larsen berhasil digagalkan kiper Prancis, Mike Maignan. Gol penutup Prancis lahir di masa injury time babak kedua melalui pemain pengganti, Desire Doue.
Di balik kekalahan telak ini, keputusan besar diambil oleh pelatih Norwegia, Stale Solbakken. Ia memilih mengistirahatkan sepuluh pemain utama, termasuk Erling Haaland dan Martin Odegaard. Langkah ini memicu protes dari para penonton di stadion yang kecewa karena gagal menyaksikan duel antara Haaland dan Mbappe.
Solbakken menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga kebugaran fisik skuadnya setelah mengevaluasi pertandingan sebelumnya.
"We did a summary after Senegal (on Monday), and five or six players were very affected after 80 minutes of play. The entire defense and some midfielders were very affected," ujar Solbakken.
Faktor jadwal pertandingan yang padat juga menjadi pertimbangan utama. "We also know that from the Senegal game that Norway had the shortest window to play another match today," tambahnya.
Solbakken menegaskan tidak menyesali keputusan tersebut demi ambisi jangka panjang tim di turnamen ini. "We could have played a decent match today, but we want to win, and the situation is whether we might win, bearing in mind the situation and what about our readiness for the next game," katanya.
Pilihan itu juga diambil berdasarkan rekomendasi dari tim medis yang memeriksa langsung kondisi fisik para pemain. "So, it was a no-brainer on my part and also from the physio and health and medical and from some players themselves. They all said it would be difficult for many of them (to play)," jelas Solbakken.
Ia mengaku tetap memikirkan perasaan para suporter yang hadir langsung di stadion. "The only consideration is taking the fans in mind," kata Solbakken. "They would have wanted to see Erling and Martin (Odegaard), but it didn't take us any time to decide this."
Kendati demikian, kedua pemain bintang tersebut sepenuhnya mendukung strategi tim. "Erling and Martin are team players; they know what is best for the team. The fans want to see them, but hopefully, we can give them some good summer nights in the next few weeks," tutur Solbakken.
Menurutnya, keberhasilan melaju ke fase gugur adalah hadiah terbaik bagi para pendukung. "We have given the fans a couple of victories and the opportunity to watch more games, and that's what we are here for," tegasnya.
Norwegia dipastikan finis sebagai runner-up Grup I dan akan menghadapi Pantai Gading di babak 32 besar. "We are not a naïve country here just for fun. We want to stay here as long as we can, so it was a no-brainer," pungkas Solbakken.
Di sisi lain, bek kiri Norwegia yang menjalani debutnya di Piala Dunia, Fredrik Andre Bjorkan, mengakui ketangguhan lini serang Prancis, terutama dalam mengawal pergerakan Dembele.
"It was really challenging against Dembele. If you give him too much space and time, he will punish you," tutur Bjorkan.
Bjorkan mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak mampu memberikan perlawanan yang lebih ketat. "That's what happened today. I'm a little bit disappointed I couldn't get closer to him and disturb him more. I wanted to make it more difficult for him," keluhnya.
Ia pun tidak segan memberikan ucapan selamat atas performa kelas dunia yang ditunjukkan oleh penyerang sayap Paris Saint-Germain tersebut. "The things he does are amazing. You have to congratulate him. But as a defender, you always look at the ways you could have stopped him, and I think I should have got a little bit closer to him. Slowed him down a little bit earlier in the situations when he scores," tambah Bjorkan.
Mengenai lini depan Prancis, Solbakken memberikan pujian tinggi dan menyebut mereka sebagai barisan penyerang terbaik dalam kompetisi. "By far the best," sebutnya.
Sementara itu, asisten pelatih Prancis, Guy Stephan, memberikan tanggapan terkait kritik yang sempat menerpa Dembele sebelum pertandingan bergulir, termasuk ulasan dari legenda Prancis, Bixente Lizarazu. Stephan menegaskan bahwa Dembele tetap fokus dan selalu mendengarkan setiap masukan dengan bijak.
"Ousmane is a human being. Just like any human being, he can hear the criticism when it arrives," kata Stephan.
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas taktik yang diterapkan tim pelatih berhasil menyatukan para pemain bintang di lini depan Prancis. "High-level players can play together. There is no issue in terms of a star or not star player. That is my personal opinion. When two, three, four players feel the same type of football, it is more beneficial for the team," tuturnya.
Perubahan posisi antara Michael Olise dan Dembele dinilai menjadi kunci utama yang membuka ruang gerak bagi sang pencetak hat-trick. "There is not one on the right and one in the centre," jelas Stephan. Strategi ofensif yang dinamis ini membuat para pemain bebas bertukar posisi di lini depan sepanjang jalannya laga. "Sometimes Michael will spend time on the right, but that doesn't mean he wasn't in the centre. The same for Ousmane. It is an organisation that is not necessarily in a fixed position. The same for Kylian. He is," tutup Stephan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Praktik Judi Berkedok Timezone di Jakarta, Omzet Capai Rp2,1 Miliar per Bulan
Bupati Gowa Minta Pansus Hak Angket Tak Masuk ke Ranah Pribadi
KSPN Sebut Lemahnya Perlindungan Industri Dalam Negeri Jadi Akar Masalah Ketenagakerjaan
Delapan Remaja Termasuk Satu Perempuan Diamankan Usai Tawuran di Ciracas