.CO.ID, JAKARTA John Herdman resmi memulai tugasnya. Pelatih asal Inggris itu kini memegang kendali Timnas Indonesia, dan publik sepak bola nasional langsung menyorotinya. Pertanyaan besar muncul: bagaimana dia akan meramu skuadnya? Waktunya memang tak panjang. Tak lama lagi, tim Garuda sudah harus bertanding di FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026.
Namun begitu, rekam jejak Herdman cukup meyakinkan. Dia adalah arsitek di balik kesuksesan Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah puasa panjang. Pelatih ini dikenal fleksibel, mampu menyusun taktik yang memaksimalkan kekuatan individu pemain untuk kepentingan kolektif.
Dia sering memakai skema modern seperti 3-4-3 atau 4-3-3. Kabarnya, formasi itu dinilai cocok dengan karakter pemain Indonesia sekarang. Dengan campuran pemain naturalisasi dan lokal yang merata di semua lini, tim ini punya modal untuk menjalankannya, baik bertahan maupun menyerang.
Di garis pertahanan, fondasi tim kemungkinan besar akan dibangun oleh tiga nama: Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Idzes punya konsistensi di Italia, Ridho membawa pengalaman dan kepemimpinan, sementara Hubner agresif dalam duel. Mereka terlihat ideal untuk skema tiga bek. Tentu masih ada opsi lain seperti Kevin Diks atau Jordi Amat yang memberi fleksibilitas lebih.
Untuk kiper, situasinya cukup kuat. Maarten Paes dan Emil Audero, dengan pengalaman Eropa mereka, jadi pilihan utama. Mereka didukung kiper lokal macam Ernando Ari dan Nadeo Argawinata yang sudah lama mengabdi.
Lini tengah? Di sini Herdman punya banyak bahan untuk diracik. Thom Haye bisa jadi pengatur ritme. Lalu ada Joey Pelupessy atau Eliano Reijnders yang punya mobilitas tinggi. Calvin Verdonk juga bisa diandalkan sebagai gelandang bertahan yang baik dalam distribusi bola.
Kalau Herdman memilih formasi dengan tiga bek, peran wing-back akan sangat krusial. Sandy Walsh di kanan dan Shayne Pattynama di kiri tampaknya paling siap. Keduanya punya stamina, kecepatan, dan pengalaman internasional yang dibutuhkan untuk bolak-balik menjaga pertahanan sekaligus melancarkan serangan.
Di lini depan, Ole Romeny diprediksi jadi ujung tombak utama. Penyerang yang bermain di Eropa itu nanti akan bersaing, atau justru berkolaborasi, dengan Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, hingga Ramadhan Sananta. Variasi ini memberi Herdman banyak opsi untuk merancang pola serangan, baik lewat umpan langsung maupun permainan kombinasi cepat.
Dengan materi pemain yang ada, semua mata tertuju pada bagaimana Herdman akan membentuk identitas permainan Timnas Indonesia. Trio Idzes, Ridho, dan Hubner diyakini jadi kunci utama, fondasi pertahanan yang harus solid untuk menghadapi tantangan level internasional.
Latar belakang Herdman sendiri menarik. Dia memulai karier di sepak bola wanita sebelum melangkah ke panggung internasional bersama tim pria Kanada. Namanya melambung setelah membawa Timnas Wanita Kanada raih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016. Itu membuktikan kemampuannya membangun tim secara sistematis.
Kesuksesannya berlanjut. Di bawah asuhannya, Timnas Pria Kanada tampil impresif dan akhirnya mengakhiri penantian 36 tahun untuk lolos ke Piala Dunia. Herdman dikenal sebagai pelatih disiplin yang mengedepankan intensitas dan mentalitas juara. Dia juga tak segan memberi kepercayaan pada pemain muda berbakat.
Kini, di tangan Herdman, Timnas Indonesia berharap bisa naik kelas. Targetnya jelas: menjadi lebih kompetitif di Asia dan membangun fondasi kuat untuk jangka panjang. Perjalanan baru ini sudah dimulai.
Artikel Terkait
Kapten Carvajal Terpinggirkan, Ketegangan dengan Arbeloa Menguat di Real Madrid
Persis Solo Menang Dramatis, Perburuan Kursi Degradasi Super League Makin Sengit
Tim Indonesia Mulai Adaptasi di Arena Horsens Jelang Piala Thomas & Uber 2026
Krisis Chelsea Makin Dalam, Lima Kalah Beruntun Usai Dibantai Brighton