Messi Bangkit dari Gagal Penalti, Bawa Argentina ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

- Selasa, 23 Juni 2026 | 12:30 WIB
Messi Bangkit dari Gagal Penalti, Bawa Argentina ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sejak debutnya di Piala Dunia 2006, Lionel Messi telah menjadi pusat gravitasi permainan Argentina. Statistik terkini menunjukkan bahwa lebih dari separuh gol yang dicetak tim Tango di turnamen akbar ini lahir dari keterlibatan langsung sang kapten. Dalam kurun waktu tersebut, Argentina mencatatkan total 50 gol, dan 26 di antaranya atau 52 persen melibatkan Messi, baik sebagai pencetak gol maupun pemberi assist.

Data yang dirilis oleh sebuah lembaga statistik olahraga mengonfirmasi dominasi pemain berusia 37 tahun itu. Catatan tersebut menegaskan bahwa Messi bukan sekadar ikon, melainkan juga motor utama produktivitas tim. Ia telah mengoleksi 18 gol sepanjang karier Piala Dunianya, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen, menggeser rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.

Konsistensi Messi dalam mencetak gol di hampir setiap edisi yang ia ikuti juga menjadi bukti kelasnya, dengan satu-satunya pengecualian terjadi pada Piala Dunia 2010. Puncak kontribusinya hadir pada edisi 2022, ketika ia mencetak tujuh gol dan tiga assist. Selain itu, dengan delapan assist yang telah dibukukan, Messi hanya membutuhkan satu assist lagi untuk melampaui rekor Diego Maradona sebagai pemberi assist terbanyak Argentina di Piala Dunia.

Sementara itu, perjalanan Messi di Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya mulus. Dalam laga kedua Grup J melawan Austria di Dallas, ia sempat mengalami momen frustrasi. Messi gagal mengeksekusi penalti setelah keputusan VAR menghadiahkan peluang tersebut, yang menjadi kegagalan penalti ketiganya sepanjang karier di Piala Dunia (di luar adu penalti).

Namun, kegagalan itu justru menjadi panggung kebangkitan. Messi mencetak dua gol penting pada menit ke-30 dan masa injury time, memastikan kemenangan 2-0 Argentina. Usai laga, ia tidak menutupi emosinya.

“Hari ini ada momen ketika saya sangat kesal karena gagal mengeksekusi penalti itu. Tendangan saya sangat buruk. Untungnya kami bisa membalikkan keadaan, unggul, dan meraih tiga poin yang sangat penting,” ujarnya.

Messi juga menegaskan mentalitas tim yang selalu menargetkan kemenangan di setiap pertandingan. “Sejak awal kami memang menargetkan kemenangan di setiap pertandingan. Kami adalah Argentina dan selalu ingin menang melawan siapa pun. Tapi kami juga tahu itu tidak mudah, semuanya harus dibuktikan di lapangan. Dan hari ini kami berhasil melakukannya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Austria memberikan perlawanan ketat sejak awal laga. Tempo cepat mereka beberapa kali menyulitkan Argentina dalam mengontrol permainan. Meski tidak banyak menciptakan peluang berbahaya, Austria tetap memaksa tim asuhan Lionel Scaloni bekerja keras. Namun, pengalaman dan ketenangan menjadi faktor pembeda.

“Kami tahu pertandingan tidak akan mudah. Di Piala Dunia ini semua laga terasa sulit dan tidak ada tim yang memberi ruang begitu saja. Sangat sulit bagi kami untuk menguasai bola selama yang kami inginkan,” beber Messi.

Dua kemenangan dari dua laga membuat Argentina nyaman di puncak klasemen Grup J dan telah memastikan tiket ke babak 32 besar. Kepastian itu memberi ruang bagi tim untuk mengatur strategi menghadapi fase gugur. Messi menyebut pencapaian ini sebagai langkah penting menuju target awal tim.

“Saya senang dengan jalannya pertandingan dan tentu saja dengan kemenangan ini. Sekarang kami bisa sedikit lebih tenang karena target pertama sudah tercapai, lalu fokus memikirkan langkah berikutnya. Saya menjalani semua ini sebagai sesuatu yang spesial, seperti yang selalu saya rasakan. Saya menikmati bermain dan menikmati setiap momen di lapangan,” tutupnya.

Argentina kini menatap laga terakhir fase grup melawan Yordania pada 28 Juni. Pertandingan itu akan menentukan posisi akhir mereka di Grup J sebelum memasuki babak knockout.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar