Penjualan Chip AI Samsung HBM4 Tembus Rp17 Triliun dalam Empat Bulan

- Rabu, 24 Juni 2026 | 15:00 WIB
Penjualan Chip AI Samsung HBM4 Tembus Rp17 Triliun dalam Empat Bulan

Penjualan chip memori bandwidth tinggi (HBM) generasi terbaru buatan Samsung Electronics menembus angka USD1 miliar atau setara Rp17 triliun hanya dalam kurun empat bulan sejak pertama kali dipasarkan. Capaian ini menjadi sinyal awal betapa dahsyatnya permintaan pasar terhadap komponen vital untuk kecerdasan buatan (AI) tersebut.

Samsung memulai produksi massal dan pengiriman chip HBM4 pada Februari lalu. Dalam waktu singkat, produk ini langsung mencatatkan nilai penjualan yang fantastis. Para sumber industri bahkan memperkirakan angka tersebut akan terus melonjak hingga melebihi USD1,2 miliar pada akhir Juni nanti.

Chip HBM bukanlah komponen sembarangan. Ia menjadi tulang punggung sistem AI modern karena mampu memproses data dengan kecepatan tinggi dan menyediakan bandwidth yang lebih lebar untuk beban kerja komputasi tingkat lanjut. HBM4 buatan Samsung secara khusus dirancang untuk akselerator AI generasi berikutnya, termasuk platform Vera Rubin milik Nvidia.

Saat ini, pasar HBM global masih didominasi oleh produk generasi sebelumnya, yakni HBM3E. Namun, para pengamat industri meyakini HBM4 akan segera mengambil alih posisi puncak seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan akan chip AI yang lebih canggih. Samsung sendiri diperkirakan akan meningkatkan volume pengiriman HBM4 secara signifikan pada paruh kedua tahun ini.

Proyeksi penjualan tahunan untuk HBM4 pada 2026 yang merupakan tahun pertama produk ini beredar di pasaran diperkirakan bisa menembus USD10 miliar. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya posisi chip memori tersebut dalam rantai pasok industri AI global. Secara keseluruhan, pasar HBM global tahun ini diperkirakan mencapai USD54,6 miliar, naik 58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.