Kementerian PU Siapkan Skema Teknis Atasi Empat Kubangan Besar Pascagempa di Sigi

- Minggu, 21 Juni 2026 | 20:15 WIB
Kementerian PU Siapkan Skema Teknis Atasi Empat Kubangan Besar Pascagempa di Sigi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyusun skema teknis untuk menangani empat kubangan besar yang muncul di hulu sungai pascagempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan luas mencapai sekitar sembilan hektare. Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu stabilitas lingkungan dan aliran sungai di kawasan yang baru saja diguncang bencana tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo, usai melakukan kunjungan kerja di wilayah terdampak gempa di Sigi pada Minggu (21/6), mengungkapkan bahwa salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mengoptimalkan saluran irigasi yang sudah ada. Langkah ini dinilai sebagai solusi awal yang paling memungkinkan untuk mengendalikan genangan air sekaligus mengurangi risiko longsor susulan.

Keempat kubangan tersebut terdeteksi setelah gempa bumi mengguncang wilayah Sigi, memicu perubahan kontur tanah dan munculnya cekungan-cekungan besar di area hulu sungai. Luas total sembilan hektare yang tercatat menunjukkan skala dampak yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Di sisi lain, Kementerian PU masih melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas skema teknis yang akan diterapkan. Tim teknis di lapangan terus memantau perkembangan kondisi kubangan dan potensi dampaknya terhadap infrastruktur irigasi serta permukiman warga.

“Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan saluran irigasi,” ujar Dody Hanggodo dalam pernyataannya di lokasi kunjungan. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk merespons temuan tersebut dengan pendekatan yang terukur dan berbasis data.

Langkah penanganan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah kubangan secara langsung, tetapi juga mencegah kerusakan lebih luas pada ekosistem sungai dan lahan pertanian di sekitarnya. Masyarakat setempat pun menanti kepastian realisasi skema tersebut agar aktivitas sehari-hari dapat kembali normal tanpa kekhawatiran akan bencana susulan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags