Polisi Harus Jadi Wasit Cerdas dan Netral dalam Kawal Demokrasi, Kata Ketua STIK

- Rabu, 17 Juni 2026 | 16:41 WIB
Polisi Harus Jadi Wasit Cerdas dan Netral dalam Kawal Demokrasi, Kata Ketua STIK

Polisi harus berperan sebagai wasit yang cerdas dan netral dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Inspektur Jenderal Eko Rudi Sudarto, dalam sambutannya seusai acara wisuda dan rangkaian Dies Natalis ke-80 di STIK, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Eko, kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara demokrasi membutuhkan sosok penengah yang mampu mengatur jalannya pesta demokrasi secara adil. Ia menegaskan bahwa wasit yang dimaksud bukanlah sembarang pihak, melainkan institusi kepolisian.

“Terbentuklah Republik Indonesia ini sebagai negara demokrasi. Untuk mengawal demokrasi diperlukan apa? Wasit. Wasit itu orang yang bisa mengatur, netral. Jadi wasit yang bagaimana? Wasit yang cerdas, wasit yang pintar. Siapa itu? Adalah organ polisi,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, gagasan polisi sebagai wasit demokrasi telah dirintis oleh para pendiri bangsa, seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Jenderal Sudirman, Ki Hajar Dewantara, Kapolri pertama RS Soekanto, serta pendiri STIK, Profesor Djoko Soetono. Pada masa itu, struktur kepolisian dinilai ideal untuk menjalankan fungsi pengawalan demokrasi.

“Beliau-beliau melihat struktur polisilah yang akan menjadi wasit bagi negeri ini. Mengawal negeri ini, pengawal peradaban, penjaga martabat kemanusiaan. Maka polisi harus pintar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Eko mengingatkan bahwa Akademi Kepolisian lahir di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, pada 17 Juni 1946. Memasuki usia ke-80 tahun, ia berharap kinerja Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia juga memastikan institusinya akan terus melakukan perbaikan.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa merasakan. Polisi sudah cerdas belum. Kami di bawah bimbingan Kalemdiklat Polri, STIK adalah bagian dari struktur di bawah Lemdiklat Polri, terus mencoba berbenah. Dan satu hal yang sekarang ingin kita kembangkan adalah Universitas Kepolisian,” pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar