Putin Sebut Rusia dan ASEAN Punya Fondasi Kokoh untuk Perdalam Kemitraan

- Rabu, 17 Juni 2026 | 20:45 WIB
Putin Sebut Rusia dan ASEAN Punya Fondasi Kokoh untuk Perdalam Kemitraan

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa hubungan antara negaranya dengan negara-negara anggota ASEAN telah membangun pengalaman kerja sama yang substansial serta fondasi yang kokoh untuk memperdalam kemitraan di berbagai sektor. Pernyataan itu disampaikan Putin melalui sambutan video dalam forum bisnis yang digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia di Kota Kazan, Rabu (17/6/2026). Forum tersebut dirancang untuk memperluas kerja sama ekonomi antara kedua pihak.

Dalam sambutannya, Putin menyerukan peningkatan kolaborasi di sektor energi, ketahanan pangan, serta teknologi nuklir untuk tujuan damai. Kepala negara Rusia itu dijadwalkan akan menghadiri langsung rangkaian KTT yang berlangsung hingga Jumat mendatang. Sementara itu, Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maksim Reshetnikov dalam pidato pembukaan forum mengungkapkan bahwa nilai perdagangan antara Rusia dan negara-negara ASEAN meningkat 58 persen dalam satu dekade terakhir, mencapai 21 miliar dolar AS.

Meski mencatat pertumbuhan signifikan, Reshetnikov menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan potensi kerja sama yang bisa diraih kedua pihak. Di sisi lain, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan negaranya siap menjadi gerbang bagi perusahaan-perusahaan Rusia yang ingin mengakses pasar Asia Tenggara. Ia juga mendukung upaya peningkatan jumlah wisatawan asal Rusia ke kawasan tersebut.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menambahkan bahwa kawasan yang sebelumnya dianggap berada di pinggiran ekonomi global kini semakin bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Ia juga menyoroti besarnya minat negara-negara anggota ASEAN terhadap kapabilitas industri dan teknologi yang dimiliki Rusia. Pernyataan serupa disampaikan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung yang menyerukan peningkatan investasi timbal balik antara kedua pihak.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dalam kesempatan yang sama, menyebut budaya, sastra, dan seni Rusia sebagai kontribusi penting bagi peradaban dunia. Adapun Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yury Ushakov sebelumnya mengungkapkan bahwa para peserta forum diperkirakan akan membahas perdagangan internasional, nilai-nilai tradisional, kerja sama antara ASEAN dan Uni Ekonomi Eurasia, serta kolaborasi di sektor teknologi tinggi.

Forum yang menandai 35 tahun hubungan diplomatik Rusia-ASEAN ini berlangsung di Kazan pada 17 hingga 19 Juni. Di sela-sela agenda utama, Putin dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk dari Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, Laos, Kamboja, dan Timor-Leste.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags