Lionel Messi resmi mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah mencetak hattrick yang membawa Argentina menang telak 3-0 atas Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Rabu (17/6) pagi WIB. Tiga gol yang ia lesakkan pada menit ke-17, 60, dan 76 tidak hanya mengamankan kemenangan, tetapi juga mengukuhkan dominasinya sebagai poros utama serangan tim Tango sejak menit awal. Sepanjang pertandingan, pertahanan Aljazair tak mampu membendung pergerakan sang kapten yang tampil eksplosif.
Messi sejatinya masih berpeluang menambah pundi-pundi golnya. Namun, pelatih Lionel Scaloni memutuskan menariknya keluar pada menit ke-80 dan memasukkan Nico Paz. Keputusan itu diambil demi menjaga kondisi fisik megabintang berusia 39 tahun tersebut untuk laga-laga berikutnya yang masih panjang.
Hattrick ini membawa Messi mengoleksi total 16 gol di ajang Piala Dunia. Catatan tersebut menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan itu. Dengan raihan ini, Messi resmi melampaui sejumlah nama besar, seperti Kylian Mbappe dan Gerd Muller yang sama-sama mengoleksi 14 gol, serta Ronaldo Luis Nazario dengan torehan 15 gol.
Peluang Messi untuk memperbesar rekornya masih terbuka lebar. Argentina masih akan melanjutkan kiprahnya di fase grup dan dijadwalkan menghadapi Austria pada Selasa (23/6). Selama masih berlaga, peluang tambahan gol tetap berada di tangan La Pulga.
Namun, posisi Messi belum sepenuhnya aman. Ancaman serius datang dari Kylian Mbappe yang masih aktif membela Timnas Prancis di turnamen ini. Pada laga perdana Prancis, Mbappe mencetak dua gol saat timnya menang 3-1 atas Senegal. Catatan itu sempat membuatnya unggul dalam perburuan gol sebelum akhirnya kembali disalip Messi lewat hattrick di Arrowhead.
Persaingan perebutan status raja gol Piala Dunia pun kembali memanas. Duel tak langsung antara Messi dan Mbappe kini menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Rekor sudah di tangan Messi, namun tekanan belum berhenti seiring perjalanan turnamen yang masih panjang.
Artikel Terkait
Petugas Damkar Evakuasi Jenazah Warga Bertubuh 120 Kg dari Lantai Dua Rumah Sempit di Pulogadung
BPS DKI Jakarta Mulai Sensus Ekonomi 2026, Data Jadi Acuan Kebijakan dan Anggaran Daerah
Korban Penipuan Umrah Hanania Group Bertambah Jadi 1.286 Orang, Kerugian Tembus Rp35 Miliar
Jemaah Haji Indramayu Meninggal di Dalam Pesawat Saat Perjalanan Pulang dari Jeddah