Dikutip dari tayangan YouTube Islamic Brotherhood Television, dalam ceramahnya tersebut Habib Rizieq bahkan sempat membandingkan perlakuan hukum di Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.
"Di Malaysia orang main judi online dipenjara dan didenda, di Singapur gitu juga, eh di Indonesia dibagi bansos, kacau," katanya.
"Eh polisi pakai nambahin, yang main judi 2 juta lebih, kalau dipenjara, penjara penuh. Enak aja tuh ngomong," sambung Habib Rizieq dengan nada kecewa.
Ia lantas membandingkan sikap polisi yang begitu tegas terhadap kiai, dibanding penjudi.
"Ada penjudi saudara, polisi enggak mau tangkap alasannya penjara penuh. Giliran penjudi lu enggak mau tangkap, giliran kiai lu tangkap," ujarnya.
"Tapi ada benarnya juga si tuh polisi, kalau kiai kan enggak banyak jadi muat deh tu penjara, kurang ajar. Masa penjudi pake dibagi bansos, eh dijamin enggak dipenjara, kacau," timpalnya lagi.
Menurut Habib Rizieq, para penjudi siapapun yang terlibat di dalamnya harus diberi sanksi tegas.
"Penjudi tuh tangkap, minimal bandarnya lu tangkap. Kalau bandar ditangkap, artis yang ngiklanin juga tangkap. Sampai sekarang artis yang ngiklanin enggak ditangkap, bandar enggak ditangkap, kenapa? Lu kebagian? Nanya, bukan nuduh nih," tuturnya.
Artikel Terkait
OKI Kecam Israel: Pengakuan Somaliland Dinilai Langgar Kedaulatan Somalia
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun
Diskon Pajak Bodong di Jakarta Utara, Skema Korupsi Ternyata Berulang
Doktif Tegas Tolak Ajakan Damai Richard Lee: Ora Sudi!