Pemerintahan Trump Kaji Opsi Serangan Militer ke Iran di Tengah Upaya Diplomasi

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:35 WIB
Pemerintahan Trump Kaji Opsi Serangan Militer ke Iran di Tengah Upaya Diplomasi

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mengkaji kemungkinan peluncuran operasi militer baru terhadap Iran. Langkah ini dipertimbangkan di tengah meningkatnya upaya diplomatik yang bertujuan mencapai kesepakatan damai baru dalam konflik antara kedua negara.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil. Namun, persiapan untuk melancarkan serangan terhadap Iran terus berlangsung, baik di tingkat pemerintahan maupun di lingkungan militer Amerika Serikat.

Menurut laporan CBS News yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS, Trump membatalkan rencana liburan panjang akhir pekan dalam rangka Hari Pahlawan di klub golf miliknya di New Jersey. Ia kembali ke Gedung Putih dengan alasan yang dikaitkan pada “kondisi yang berkaitan dengan urusan pemerintahan.”

Di sisi lain, sejumlah perwira tinggi militer dan pejabat intelijen AS juga dilaporkan mengubah atau membatalkan rencana liburan mereka. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kemungkinan meningkatnya konflik yang diperbarui dengan Iran.

Laporan yang sama mengungkapkan bahwa para pejabat pertahanan tengah meninjau kemungkinan pemanggilan kembali personel yang bertugas di luar negeri. Sementara itu, rotasi pasukan terus berlanjut di berbagai pangkalan militer di Timur Tengah untuk mengantisipasi potensi serangan balasan dari Iran.

Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa Trump tetap pada pendiriannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap menghadapi segala kemungkinan skenario apabila perundingan damai gagal mencapai hasil yang diinginkan.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada awal pekan ini mengeluarkan peringatan bahwa setiap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat atau Israel berpotensi memperluas konflik di luar kawasan. Militer Iran, menurut pernyataan tersebut, akan membuka front pertempuran baru jika terjadi agresi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar