Iran menegaskan tidak akan meminta konsesi apa pun dari Amerika Serikat dalam negosiasi tidak langsung yang tengah berlangsung alot dengan mediasi Pakistan. Teheran hanya menginginkan pemulihan hak-haknya dan pencabutan seluruh sanksi yang dijatuhkan Washington selama puluhan tahun.
Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Jumat (22/5) waktu setempat. Baghaei menekankan bahwa Iran tidak sedang mencari kelonggaran dari AS, melainkan memperjuangkan apa yang menjadi haknya sebagai sebuah negara berdaulat.
"Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat; kami hanya memperjuangkan hak-hak kami," ujar Baghaei dalam pernyataannya yang dikutip oleh Tasnim News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Sabtu (23/5/2026).
Baghaei menambahkan bahwa Iran menuntut diakhirinya apa yang ia sebut sebagai tindak kriminal Amerika terhadap rakyat Iran. Ia secara spesifik mendesak agar sanksi-sanksi dicabut dan aset-aset Iran yang dibekukan segera dicairkan serta dikembalikan kepada negara.
"Sanksi-sanksi harus dicabut, aset-aset Iran yang dibekukan harus dicairkan dan dibuat tersedia untuk negara," cetusnya.
Dalam pernyataannya, Baghaei juga mengingatkan bahwa Iran telah menghadapi sanksi selama lima dekade terakhir. Ia menyebut sanksi tersebut sebagai "sanksi-sanksi yang melumpuhkan", sebagaimana diakui oleh AS sendiri.
Menurut Baghaei, sanksi-sanksi itu dijatuhkan dengan berbagai dalih, terutama yang berkaitan dengan klaim AS mengenai ancaman nuklir Iran. Namun, ia dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
"Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap aktor mana pun di kawasan atau dunia," tegasnya.
Artikel Terkait
Menteri Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara, Dorong Museum Jadi Infrastruktur Ekonomi Budaya
Perjalanan Kereta di Stasiun Pasar Senen Kembali Normal Usai Evakuasi Lokomotif Anjlok
Perajin Tempe di Bogor Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI, Produksi Capai Tiga Ton per Bulan
Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila: KCIC Tambah Jadwal Whoosh untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang