Di alun-alun Cinelandia, Rio de Janeiro, suasana Senin (5/1) itu tampak berbeda. Sebuah bendera Venezuela berukuran raksasa berkibar-kibar, diangkat oleh massa yang memadati kawasan itu. Mereka berkumpul untuk satu tujuan: menunjukkan dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro.
Tak cuma di Rio. Di Sao Paulo, aksi serupa berlangsung dengan tensi yang lebih panas. Para pendemo tak sekadar berkumpul. Mereka membakar bendera Amerika Serikat, sebuah protes simbolik yang terang-terangan. Asap hitam mengepul, mencerminkan kemarahan yang meluap.
Lantas, apa yang memicu semua ini? Aksi-aksi solidaritas itu meletup setelah sebuah peristiwa besar. Pasukan AS disebut telah menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1) lalu. Keadaan pun berubah drastis.
Tak lama setelah penangkapan itu, Delcy Rodriguez secara resmi dilantik. Ia kini memegang tampuk kepresidenan Venezuela yang baru, di tengah situasi yang masih bergejolak.
Artikel Terkait
Polda Babel Bongkar Penimbunan 8.000 Liter Solar Subsidi di Bangka Barat, Tiga Tersangka Diamankan
Harga Emas Antam Turun Rp32.000 per Gram, Kini Rp2.738.000
Prakiraan Cuaca Makassar 6 Juni 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari, Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Kalahkan Mantan Juara Dunia, Lolos ke Semifinal Indonesia Open 2026