Nasib Mauricio Souza sebagai pelatih kepala Persija Jakarta masih belum jelas meskipun ia berhasil membawa tim berjuluk Macan Kemayoran itu mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub di era Liga 1. Pelatih asal Brasil tersebut gagal mengantarkan Persija menjadi juara, namun torehan poin yang diraih musim ini justru menjadi yang tertinggi sejak kompetisi bergulir dalam format satu wilayah. Di tengah pencapaian impresif itu, Souza justru memilih irit bicara dan mengaku masih menunggu keputusan manajemen terkait kelanjutan kariernya untuk musim depan.
Persija saat ini telah mengoleksi 68 poin di BRI Super League 2025/2026. Jumlah tersebut melampaui rekor poin terbaik mereka sebelumnya saat finis sebagai runner-up Liga 1 2022/2023 dengan 66 poin. Bahkan ketika Persija menjuarai Liga 1 musim 2018, Macan Kemayoran hanya mengumpulkan 62 poin. Catatan itu masih berpotensi bertambah karena Persija akan menghadapi Semen Padang FC pada pekan ke-34. Jika menang, tim ibu kota bisa menutup musim dengan 71 poin.
Meski sukses mengangkat performa tim, Souza belum bisa memastikan apakah dirinya akan tetap bertahan di Jakarta. Pelatih berusia 52 tahun itu menegaskan bahwa keputusan terkait masa depannya masih menunggu pembicaraan bersama manajemen klub.
“Yang bisa saya katakan adalah Persija memiliki tim yang sangat kuat, dan saya sangat senang dengan para pemain yang saya miliki,” kata Mauricio dalam pernyataannya, Rabu (20/5/2026).
“Tetapi siapa yang tetap tinggal dan siapa yang tidak, itu tidak sepenuhnya bergantung pada saya. Ketika saya duduk dan memutuskan masa depan saya, maka kita akan melihat dan membicarakan susunan pemain,” lanjutnya.
Mauricio juga memberikan apresiasi kepada para pemain Persija yang dinilainya tampil konsisten sepanjang musim 2025/2026. Namun, pernyataan tersebut sekaligus memunculkan spekulasi bahwa perubahan besar bisa saja terjadi di tubuh Macan Kemayoran musim depan.
Sementara itu, di tengah ketidakjelasan status Souza, Persija disebut mulai bergerak mencari alternatif pelatih baru. Nama yang kini ramai dikaitkan dengan Macan Kemayoran adalah Bozidar Bandovic, pelatih asal Montenegro yang memiliki pengalaman panjang di Asia dan Eropa. Rumor ketertarikan Persija terhadap Bandovic pertama kali mencuat melalui akun media sosial pada Jumat (15/5/2026).
“Breaking News, Persija Jakarta mempertimbangkan untuk merekrut pelatih baru musim depan. Salah satu nama paling menarik adalah mantan pelatih Buriram United, Bozidar Bandovic. Ini masuk radar klub ibu kota. Pelatih asal Montenegro ini masih dalam tahap pendekatan dengan manajemen Macan Kemayoran,” tulis akun tersebut.
Saat ini, Bandovic diketahui masih menangani klub Serbia, FK Radnicki 1923 Kragujevac. Pria yang lahir di Yugoslavia pada 30 Agustus 1969 itu mengantongi lisensi kepelatihan Pro-UEFA dan dikenal gemar menggunakan formasi 4-2-3-1. Karier kepelatihannya dimulai pada 2004 sebagai asisten pelatih di klub Yunani, Akratitos, sebelum kemudian bekerja di sejumlah klub Eropa termasuk Olympiacos FC dan AO Kerkyra.
Nama Bandovic mulai dikenal luas saat melatih Buriram United pada periode 2017 hingga 2020. Bersama klub asal Thailand itu, ia mencatatkan 90 kemenangan dari 134 pertandingan serta mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi di Liga Thailand. Selain itu, Bandovic juga pernah menangani Hanoi FC di Vietnam dan FK Radnicki 1923 di Serbia. Sepanjang kariernya, ia sukses meraih 10 trofi, termasuk tiga gelar Liga Yunani bersama Olympiacos, dua trofi Piala Yunani, juara Liga Thailand, Piala Super Thailand, hingga Piala Super Vietnam.
Bandovic juga dua kali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Tahun Ini di Thailand dan Vietnam. Ia pun berpengalaman membawa klub tampil di kompetisi elite seperti AFC Champions League dan Liga Champions Eropa. Kini, rumor kedatangan Bandovic semakin menambah panas spekulasi soal masa depan Mauricio Souza di Persija Jakarta.
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan Jajaran Hentikan Birokrasi Berbelit yang Hambat Dunia Usaha
PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun pada 2025, Tumbuh 6,84 Persen di Tengah Tekanan Global
Gubernur Sumsel Pastikan RPJMD Tetap Jalan Meski Ada Efisiensi Transfer Pusat
Prabowo Targetkan Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam Tiga Tahun Demi Kesejahteraan Pesisir dan Kedaulatan Maritim