Solidaritas antardaerah dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera mendapat apresiasi tinggi dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menilai semangat gotong royong nasional yang mengemuka menjadi modal penting mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dukungan dari berbagai pemerintah daerah mengalir dalam beragam bentuk, mulai dari bantuan tunai, perlengkapan sekolah, logistik, hingga kebutuhan dasar lainnya. Menurut Tito, bantuan-bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban penyintas, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan lintas wilayah.
“Ini adalah wujud nyata solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Salah satu donasi terbesar datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyalurkan bantuan senilai Rp2,286 miliar. Bantuan itu diperuntukkan bagi 110 sekolah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Rinciannya mencakup 120 unit laptop, 21 titik sumber air bersih, serta 5.058 paket perlengkapan sekolah.
“Pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Ini adalah bentuk solidaritas dan gotong royong dari Jakarta untuk saudara-saudara kita di daerah,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, 4 Mei 2026.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung turut menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
“Bantuan ini adalah wujud kebersamaan kami untuk saudara-saudara di Sumatera Utara. Kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan,” kata Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang menyalurkan bantuan senilai Rp1,190 miliar untuk masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dana tersebut dihimpun dari aparatur sipil negara, badan usaha milik daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, kepemudaan, hingga unsur mahasiswa di Kabupaten Serang.
“Kami hadir membawa amanah dan semangat persaudaraan dari masyarakat Kabupaten Serang. Kami ingin menyampaikan bahwa bapak dan ibu sekalian tidak sendiri,” ujar Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Sebelumnya, solidaritas serupa juga ditunjukkan melalui bantuan keuangan dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk Aceh yang mencapai total Rp287 miliar. Gelombang dukungan ini, menurut Satgas PRR, menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan juga pada kekuatan solidaritas antardaerah.
Artikel Terkait
Menteri Hukum Buka Ruang Afirmasi bagi Generasi Muda Papua untuk Masuk Pendidikan Kedinasan dan ASN
Israel Hadang 40 dari 54 Kapal Bantuan ke Gaza, Tahan 300 Aktivis Kemanusiaan
BAUT Targetkan Penjualan Rp180 Miliar di 2026, Ekspansi Gerai dan Efisiensi Jadi Andalan
DPR Desak Evaluasi Jadwal Ibadah Arbain dan Layanan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah