Bentrokan antara dua pengemudi mobil di Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi, Gunungputri, Kabupaten Bogor, berujung pada aksi pemukulan dan pengancaman dengan senjata api. Peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari itu dipicu oleh pembunyian klakson yang dianggap berlebihan oleh salah satu pihak.
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya memukul korban, tetapi juga mengeluarkan ancaman verbal yang menakutkan. "Kemudian juga pelaku mengatakan kepada pelapor, 'Gua tembak lu! Mau gua tembak?' dan juga pelaku mengatakan, 'Gua bawa bayi!'," ujar Robby saat menirukan ucapan pelaku, Senin (18/5/2026).
Menurut keterangan polisi, insiden tersebut bermula ketika korban membunyikan klakson panjang setelah kendaraan pelaku tiba-tiba keluar dari Jalan Masjid At Taqwa dan langsung mengambil jalur tengah. Korban yang spontan kaget pun memberikan respons berupa klakson, namun tidak terjadi apa-apa sehingga ia melanjutkan perjalanan.
"Setelah terjadi hal tersebut dan tidak ingin terjadi hal yang lebih buruk, pelapor pun melanjutkan perjalanan ke arah pulang," kata Robby.
Namun, pelaku tidak tinggal diam. Ia turun dari mobil seorang diri dan langsung mendatangi korban. "Pelapor melihat pelaku turun dari kendaraannya seorang diri dan langsung melakukan penganiayaan dan perusakan. Dengan cara pelaku memukul kepada pelapor menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak dua kali, secara kencang ke arah bibir pelapor. Kemudian memukul kembali ke arah rahang sebelah kanan pelapor sebanyak dua kali," jelas Robby.
Peristiwa yang terekam dan viral di media sosial itu akhirnya mendorong korban untuk melapor ke polisi. Kapolsek Gunung Putri membenarkan bahwa laporan polisi (LP) sudah diterima dan proses penyelidikan tengah berjalan. "Iya sudah (lapor polisi). (Pelaku) masih lidik," ujar Robby saat dimintai konfirmasi.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Robby menyebutkan bahwa keributan berujung pemukulan dan perusakan mobil itu terjadi di Jalan Alternatif Cibubur, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, pada Minggu (17/5) sekitar pukul 00.33 WIB. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keberadaan senjata api yang disebut-sebut dalam ancaman pelaku.
Artikel Terkait
Maia Estianty Rasakan Peran Baru sebagai Nenek Usai Al Ghazali Dikaruniai Anak Pertama
Timnas Indonesia Hadapi Qatar di Laga Kedua Piala Asia 2027 dengan Keunggulan Nilai Skuad Rp627 Miliar
BPA Kejagung Raup Rp 900 Miliar dari Penjualan Minyak Mentah MT Arman ke Pertamina
Wakil MPR Dorong Pemerataan PAUD demi Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun