Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencatatkan pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa, 18 Mei 2026, setelah sebelumnya sempat bertahan di level tertentu. Berdasarkan data resmi yang dirilis, harga emas Antam untuk ukuran satu gram kini berada di angka Rp2.764.000.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp5.000 dibandingkan dengan harga pada perdagangan sehari sebelumnya, Minggu, 17 Mei 2026, yang tercatat sebesar Rp2.769.000 per gram. Pelemahan ini sekaligus mempengaruhi harga buyback atau harga yang ditetapkan ketika Antam membeli kembali emas dari nasabah.
Harga buyback hari ini dilaporkan turun Rp7.000 menjadi Rp2.569.000 per gram, dari sebelumnya yang berada di level Rp2.576.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback yang cukup lebar ini merupakan hal lumrah dalam perdagangan emas batangan, mengingat adanya biaya produksi, margin, dan pajak yang harus diperhitungkan.
Untuk memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi, Antam juga merilis daftar harga lengkap untuk berbagai ukuran berat emas batangan. Harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Sebagai contoh, emas batangan dengan berat 0,5 gram dibanderol dengan harga dasar Rp1.432.000, dan setelah ditambah PPh 0,25 persen menjadi Rp1.435.580. Sementara itu, untuk ukuran 2 gram, harga yang tertera adalah Rp5.468.000, dengan total yang harus dibayarkan setelah pajak mencapai Rp5.481.670.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas batangan 10 gram dijual dengan harga dasar Rp27.135.000, dan setelah dikenakan pajak menjadi Rp27.202.838. Adapun untuk ukuran 100 gram, harga dasarnya mencapai Rp270.612.000, dengan nilai akhir setelah pajak sebesar Rp271.288.530.
Fluktuasi harga emas Antam ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan harga emas di pasar global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meskipun mengalami penurunan tipis dalam dua hari terakhir, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat karena sifatnya yang cenderung stabil dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penguatan Alutsista Semata untuk Jaga Kedaulatan NKRI
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Inflasi Nasional 2,42 Persen, tapi Ingatkan Daerah Tak Lengah Hadapi Gejolak Global
Pertumbuhan Utang Luar Negeri Indonesia Melambat pada Kuartal I-2026, Rasio terhadap PDB Menurun
Persib Kunci Tiga Poin Dramatis Lewat Gol Injury Time Julio Cesar, Kokoh di Puncak Klasemen