Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Komandan Jihad Islam dan Putrinya di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

- Senin, 18 Mei 2026 | 06:46 WIB
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Komandan Jihad Islam dan Putrinya di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Lebanon kembali terusik. Di tengah masa yang seharusnya menjadi jeda konflik, serangan militer Israel justru meluas ke wilayah Lebanon pada Minggu (17/5), menewaskan sedikitnya tujuh orang. Di antara korban jiwa tersebut terdapat seorang komandan kelompok Jihad Islam beserta putrinya yang masih berusia 17 tahun.

Otoritas Lebanon dan media pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa komandan yang tewas bernama Wael Abdel Halim. Ia gugur bersama putrinya setelah rudal Israel menghantam sebuah apartemen di pinggiran Kota Baalbek, yang terletak di bagian timur negara itu, sekitar tengah malam. Peristiwa ini terjadi di saat yang sama ketika Hizbullah menyebut perundingan yang dimediasi Amerika Serikat antara kedua negara telah menemui “jalan buntu”.

Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data awal mengenai jumlah korban akibat agresi tersebut. Pada serangan di kota Tayr Felsay, tiga orang tewas termasuk seorang anak-anak. Sementara itu, dua orang lainnya, yang juga masih di bawah umur, menjadi korban jiwa di kota Tayr Debba. Selain korban tewas, kementerian mencatat sebanyak 11 orang mengalami luka-luka dalam serangan-serangan tersebut. Empat orang lainnya juga dilaporkan terluka akibat serangan di dua kota lain di Lebanon selatan.

Meskipun gencatan senjata secara resmi masih diberlakukan, Israel terus melancarkan serangan secara masif di Lebanon selatan. Militer Israel bahkan kerap mengeluarkan peringatan evakuasi kepada penduduk di kota-kota dan desa-desa di wilayah tersebut. Pada hari yang sama, dua serangan dilaporkan menghantam Kota Sohmor di Lembah Bekaa, Lebanon timur.

Militer Israel kemudian memperluas peringatan evakuasi ke empat desa di dekat Kota Sidon di pesisir selatan. Wilayah tersebut berjarak puluhan kilometer dari garis perbatasan dan sebelumnya telah menerima peringatan serupa pada Sabtu. Setelah peringatan dikeluarkan, serangan udara Israel langsung menghantam tiga dari empat desa tersebut, mempertegas eskalasi yang terus berlangsung di tengah ketidakpastian perdamaian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar