Dedi Mulyadi Borong Dagangan Bocah Penjual Kue yang Putus Sekolah demi Bantu Ibu

- Senin, 18 Mei 2026 | 05:31 WIB
Dedi Mulyadi Borong Dagangan Bocah Penjual Kue yang Putus Sekolah demi Bantu Ibu

Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan kedekatannya dengan warga kelas bawah melalui pendekatan yang ia sebut sebagai “Gubernur Pinggiran”. Alih-alih menghabiskan waktu di balik meja kantor, ia lebih sering turun langsung ke kampung, jalanan, hingga pelosok untuk mendengarkan cerita masyarakat. Momen-momen tersebut kerap dibagikan melalui kanal YouTube pribadinya, dan salah satu kisah yang paling menyita perhatian adalah pertemuannya dengan seorang bocah penjual kue bernama Rezda.

Saat itu, Rezda yang masih berusia sembilan tahun tengah berjualan kue buatan ibunya. Percakapan sederhana antara keduanya berubah menjadi haru ketika Dedi Mulyadi mengetahui bahwa bocah tersebut tidak menjalani sekolah formal seperti anak-anak seusianya. “Kamu enggak sekolah?” tanya Dedi Mulyadi. “Nggak, sekolah paket,” jawab Rezda singkat. Program kesetaraan SD itu dijalaninya setiap Sabtu siang. Rezda memilih jalur tersebut karena ingin membantu sang ibu berjualan.

“Kenapa SD aja sekolah paket?” tanya Dedi Mulyadi dengan nada serius. “Mau sekolah paket, pengen bantu mama jualan,” jawab Rezda polos. Jawaban itu langsung membuat Dedi Mulyadi tersentuh. Ia pun mencoba memberi nasihat agar Rezda tetap menikmati masa kecilnya sembari tetap membantu orang tua. “Oh, pengen ngebantu mama jualan. Kan bisa pulang sekolah, pulang sekolah SD langsung jualan. Kan masih SD, kan harus menikmati masa sekolah,” ujar Dedi Mulyadi.

Belakangan diketahui, Rezda ternyata belajar langsung dari ayahnya di rumah. Sang ayah bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal, Rezda tetap mampu membaca, menulis, hingga berhitung. “Baca tulis bisa, dagang, sekolah paket, nanti kamu bisa menjadi pengusaha sukses,” puji Dedi Mulyadi.

Percakapan keduanya semakin menyentuh saat Dedi Mulyadi bertanya soal penghasilan Rezda dari berjualan kue. Namun, bocah tersebut mengaku tidak tahu karena seluruh uang hasil dagangan selalu diberikan kepada ibunya. Ia hanya menerima uang jajan paling banyak Rp20 ribu. Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung berinisiatif memborong seluruh dagangan Rezda. Saat mengetahui harga kuenya hanya Rp10 ribu dan Rp5 ribu, ia justru membayar dengan nominal yang jauh lebih besar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar