Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan proposal damai terbaru yang berisi lima poin tuntutan kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kedua negara. Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump menolak secara mentah-mentah 14 poin proposal damai versi Iran pada pekan sebelumnya. Pengiriman proposal tersebut menjadi babak baru dalam dinamika negosiasi yang sebelumnya menemui jalan buntu.
Berdasarkan laporan surat kabar Iran, Tehran Times, yang mengutip sumber di Teheran, proposal baru dari AS telah diterima oleh pejabat setempat. Kelima poin tersebut merupakan respons langsung terhadap proposal perdamaian Iran yang sebelumnya ditolak oleh Trump. Isi dari tuntutan baru itu mencakup sejumlah permintaan yang dinilai cukup berat bagi pihak Iran.
Beberapa poin utama dalam proposal tersebut mendesak Teheran untuk mencabut permintaan ganti rugi atau kompensasi, serta menyerahkan uranium yang telah diperkaya seberat 400 kilogram kepada AS. Selain itu, Washington hanya akan mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran yang tetap beroperasi. Iran juga diminta untuk mencabut tuntutan pencairan 25 persen asetnya yang selama ini dibekukan.
"Akhir permusuhan akan bergantung dari hasil negosiasi tuntutan tersebut," demikian laporan Tehran Times mengutip isi proposal AS. Namun, pernyataan itu tidak memberikan jaminan penuh bahwa konflik akan benar-benar berakhir.
Sementara itu, media Iran lainnya, Fars, melaporkan bahwa lima poin proposal baru tersebut bukanlah jaminan permusuhan berhenti secara keseluruhan. Disebutkan, AS dan Israel tetap bisa menyerang Iran kapan pun, meskipun Teheran memenuhi seluruh tuntutan yang diajukan. Kondisi ini menimbulkan keraguan serius di kalangan pengamat mengenai kesungguhan Washington dalam mencapai perdamaian yang adil.
Di sisi lain, tampaknya Iran akan menolak proposal baru AS tersebut. Alasannya, kelima poin itu bertentangan dengan 12 tuntutan yang sebelumnya diajukan Teheran, termasuk yang berkaitan dengan program nuklir dan mekanisme ganti rugi. Dengan demikian, jalan menuju diplomasi masih terjal dan penuh ketidakpastian.
Artikel Terkait
Stylist Vincent Max Padukan Teknik Presisi Taiwan dengan Karakter Rambut Indonesia
Persija Jakarta U20 Juara EPA Super League, Direktur Akademi Berharap Jadi Motivasi Tim Senior
Dokter: Warna Sperma Bisa Jadi Indikator Awal Kesehatan Reproduksi Pria
Kapten Mancini Cetak Dua Gol, Roma Kalahkan Lazio 2-0 di Derby della Capitale