Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih untuk Luruskan Mitos

- Senin, 18 Mei 2026 | 03:30 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih untuk Luruskan Mitos

Pandangan masyarakat yang kerap mengaitkan benda-benda bersejarah dengan nuansa mistis atau keramat ingin diluruskan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mendorong agar dua peninggalan bersejarah, yaitu Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake, segera dikaji secara akademik mendalam demi memberikan pemahaman sejarah yang lebih rasional dan ilmiah.

Langkah tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Diskusi Kecagarbudayaan di Museum Pajajaran, Bogor, pada Kamis (14/5). Menurut politikus yang akrab disapa KDM itu, publik perlu memahami asal-usul artefak secara ilmiah, bukan sekadar melalui cerita-cerita supranatural yang berkembang di masyarakat.

“Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa Prasasti Batutulis merupakan bukti autentik bahwa Kota Bogor pernah menjadi pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran yang besar. Oleh karena itu, fakta-fakta sejarah tersebut harus dipaparkan secara gamblang dan menyeluruh kepada masyarakat agar tidak lagi dipahami secara keliru.

Menariknya, Dedi tidak hanya menginginkan sejarah berhenti di dalam buku. Ia merencanakan agar naskah akademik dari peninggalan sejarah itu dapat menjadi inspirasi dalam penyusunan kebijakan publik saat ini, mulai dari tata ruang, arsitektur bangunan, hingga sistem pendidikan dan kesehatan di Jawa Barat. Ia membayangkan adanya keselarasan antara kearifan masa lalu dengan pembangunan masa depan.

Lebih lanjut, KDM menjelaskan bahwa Prasasti Batutulis memiliki nilai yang sangat tinggi karena menyimpan narasi kejayaan Kerajaan Sunda. Melalui prasasti itu, masyarakat bisa mengenal lebih dekat sosok legendaris Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi serta kepemimpinannya yang membawa kemakmuran.

Dengan adanya kajian akademik ini, diharapkan Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih tidak lagi hanya dipandang sebagai benda penuh mitos, melainkan sebagai sumber ilmu pengetahuan yang mampu memperkuat identitas dan kemajuan warga Jawa Barat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar