Tren tata rambut global memang terus bergulir, namun tidak semua teknik dari luar negeri dapat langsung diadopsi begitu saja di Indonesia. Realitas inilah yang menjadi perhatian seorang stylist sekaligus pendiri Studio 31 Hair Design, Vincent Max, yang justru memilih memadukan teknik presisi ala Taiwan dengan karakteristik unik rambut masyarakat Indonesia.
Bagi Vincent, pekerjaannya bukan sekadar urusan estetika. Setiap guntingan yang ia buat selalu didahului oleh perhitungan matang: bentuk wajah, tekstur rambut, hingga karakter personal klien. Pendekatan semacam ini membuat hasil potongan tidak hanya tampak rapi, tetapi juga terasa “hidup” dan personal bagi pemakainya.
Vincent menekankan bahwa tren hanyalah sebuah arah, bukan aturan mutlak yang harus diikuti. Ia memandang setiap klien sebagai individu dengan kebutuhan yang berbeda, sehingga teknik yang digunakan pun harus bersifat fleksibel dan adaptif.
“Yang terpenting bukan sekadar mengikuti tren, tetapi bagaimana hasil akhirnya tetap membuat seseorang nyaman dengan dirinya sendiri,” ujar Vincent dalam sebuah pernyataan.
Salah satu teknik yang menjadi fokus utamanya adalah face framing. Teknik ini tidak sekadar memotong rambut, melainkan membentuk bingkai wajah agar proporsinya terlihat lebih seimbang dan berkarakter. Prosesnya melibatkan analisis detail, mulai dari garis rahang, tulang pipi, hingga arah jatuhnya rambut. Setiap elemen diperhitungkan agar hasil akhirnya tidak terkesan dipaksakan.
Vincent menjelaskan pendekatannya sebagai upaya menghadirkan perubahan yang tetap natural.
“Potongan rambut yang baik bukan yang paling berbeda, tetapi yang membuat seseorang terlihat seperti versi terbaik dari dirinya sendiri,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, face framing menjadi teknik yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memperkuat identitas visual seseorang.
Sementara itu, tren lain yang turut menjadi perhatian adalah teknik uban balayage. Alih-alih menutupi uban, teknik ini justru merangkulnya sebagai bagian dari perjalanan usia yang elegan. Vincent melihat bahwa semakin banyak orang yang ingin tampil percaya diri dengan uban mereka, asalkan ditata dengan cara yang tepat. Teknik balayage memungkinkan transisi warna yang lembut antara rambut asli dan uban, menciptakan gradasi yang natural tanpa garis pemisah yang tegas.
Artikel Terkait
Lyon Dihancurkan Lens 4-0 di Kandang, Akhiri Musim Ligue 1 dengan Kekalahan Pahit
Iran Latih dan Persenjatai Warga Sipil Antisipasi Invasi AS
Suporter Rusak Gawang Stadion GBH Parepare Usai PSM Makassar Takluk dari Persib Bandung
Remaja di Bawah Umur Tabrak Pejalan Kaki di Oakland, Tiga Orang Tewas