Persib vs Borneo FC Berebut Gelar hingga Laga Terakhir, I.League Siapkan Dua Trofi

- Kamis, 14 Mei 2026 | 10:05 WIB
Persib vs Borneo FC Berebut Gelar hingga Laga Terakhir, I.League Siapkan Dua Trofi

Persaingan menuju gelar juara Super League musim 2025-2026 memasuki babak paling krusial. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda masih terlibat duel ketat di puncak klasemen, memaksa operator kompetisi, I.League, menyiapkan skenario khusus dengan menempatkan dua trofi di lokasi berbeda sebagai antisipasi jika pemenang baru ditentukan pada laga terakhir.

Memasuki pekan ke-33, kedua tim mengoleksi angka yang identik, yakni 75 poin. Persib untuk sementara bercokol di posisi teratas berkat keunggulan dalam rekor pertemuan langsung dan selisih gol. Meski demikian, Borneo FC yang dijuluki Pesut Etam masih memiliki peluang besar untuk menyalip Maung Bandung dalam dua pertandingan sisa. Bagi Persib, musim ini menjadi ajang pemburuan gelar ketiga secara beruntun. Di sisi lain, Borneo FC bertekad mengukir sejarah dengan meraih trofi liga perdana mereka.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengakui musim ini menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perebutan gelar juara masih sulit ditebak hingga detik-detik akhir.

“Saya pikir inilah menariknya kompetisi musim ini di Super League 2025-2026. Kompetitif sekali dari liga sekarang ya, kita lihat dua bahkan betul-betul belum bisa kita prediksi,” ujar Asep kepada awak media di Kantor I.League, Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Untuk menjaga integritas kompetisi, I.League telah mengatur jadwal pekan ke-34 secara khusus. Sebanyak tujuh pertandingan akan digelar bersamaan pada 23 Mei 2026 demi memastikan fair play. Sementara itu, dua laga lainnya dimainkan lebih awal karena secara teknis tidak lagi memengaruhi perebutan gelar maupun zona degradasi.

“Pastinya kita sudah merilis jadwal di pekan ke-34, ada tujuh pertandingan bersamaan di tanggal 23, dan ada dua pertandingan lebih awal karena memang secara teknis hitung-hitungannya memang tidak lagi menentukan, baik itu di perebutan juara ataupun juga di posisi degradasi,” tutur Asep.

I.League juga telah menyiapkan skenario darurat apabila pemenang baru dapat dipastikan pada laga terakhir. Operator liga akan menempatkan dua trofi di dua stadion berbeda. Langkah serupa, menurut Asep, pernah diterapkan pada musim 2018 saat Persija Jakarta dan PSM Makassar bersaing ketat hingga pekan penutup. Kala itu, Persija akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mitra Kukar.

“Dan memang ini juga bukan hal yang baru ya, saya pikir juga kan tahun 2018 pernah terjadi sampai terakhir. I.League waktu itu juga ada tim di Makassar, ada tim di Jakarta,” sambungnya.

Asep enggan membeberkan detail mengenai penempatan trofi asli maupun replika. Namun, ia menegaskan bahwa kedua kandidat juara akan mendapatkan perlakuan yang setara dari operator liga.

“Ya kalau itu detail itu, saya pikir itu biar menjadi rekaan dari teman-teman wartawan saja yang mana, tapi intinya pasti ada equality,” pungkasnya.

Jika Persib dan Borneo FC terus meraih kemenangan hingga pekan ke-34, Maung Bandung memiliki peluang terbesar untuk keluar sebagai juara berkat keunggulan head-to-head dan selisih gol atas rivalnya tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar