Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.515 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

- Rabu, 13 Mei 2026 | 09:16 WIB
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.515 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu pagi berhasil mencatatkan penguatan tipis di tengah tekanan global yang masih membayangi mata uang Garuda. Berdasarkan data pasar, rupiah menguat 14 poin atau setara 0,08 persen ke posisi Rp17.515 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.529 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi meskipun sentimen eksternal masih mendominasi pergerakan pasar keuangan domestik. Pelaku pasar tampak merespons sejumlah faktor, mulai dari ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat hingga gejolak geopolitik yang belum mereda. Kondisi tersebut sebelumnya telah mendorong rupiah menyentuh level psikologis di atas Rp17.500 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, pemerintah dan otoritas moneter terus menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Menteri Keuangan sebelumnya menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar obligasi guna meredam tekanan lanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah fluktuasi yang tinggi.

Sementara itu, kalangan legislatif juga turut menyoroti pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.503 per dolar AS. Desakan agar pemerintah mengambil langkah konkret semakin mengemuka, terutama untuk melindungi daya beli masyarakat dan stabilitas sektor riil. Kombinasi faktor global dan domestik disebut menjadi penyebab utama tekanan yang dihadapi rupiah saat ini.

Meskipun penguatan pagi ini masih tergolong tipis, pergerakan rupiah dalam beberapa pekan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi AS serta respons kebijakan Bank Indonesia. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang masih tinggi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar