Bek asing Persija Jakarta, Thales Lira, dikabarkan akan meninggalkan klub berjuluk Macan Kemayoran pada akhir musim Liga Super 2025/2026. Pemain dengan nilai pasar mencapai Rp4,78 miliar itu disebut tidak akan dipermanenkan oleh manajemen Persija, dan namanya mulai dikaitkan dengan dua mantan klubnya, Arema FC serta PSS Sleman yang baru saja promosi ke kasta tertinggi.
Kabar ini pertama kali mencuat dari unggahan akun Instagram pengamat sepak bola Indonesia, @transferliga1dan2, pada Senin (11/5/2026). Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa Thales Lira akan hengkang dari Persija Jakarta pada akhir musim.
“Out, bek Persija Jakarta (1 tier) yaitu Thales Lira dikabarkan akan meninggalkan Persija Jakarta di akhir musim nanti, berikut statistik musim ini, 20 pertandingan,” tulis akun tersebut.
Musim ini, Thales Lira cukup sering dipercaya mengisi lini belakang Persija Jakarta. Namun, statusnya sebagai pemain pinjaman dari Arema FC membuat masa depannya bergantung pada negosiasi antara kedua klub. Hingga kini belum ada kepastian apakah Arema FC akan memulangkannya atau justru melepasnya secara permanen.
Situasi Thales di Persija Jakarta semakin rumit setelah dirinya sempat viral karena aksi emosional terhadap kapten tim, Rizky Ridho. Pasca-insiden tersebut, Thales mulai jarang masuk dalam daftar susunan pemain. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kariernya bersama Macan Kemayoran tidak akan berlanjut pada musim depan.
Sementara itu, di tengah kabar hengkangnya, Thales Lira justru memunculkan sinyal menarik ke mantan klubnya, PSS Sleman. Klub asal Yogyakarta itu baru saja memastikan promosi kembali ke Liga 1 setelah menaklukkan PSIS Semarang dengan skor 3-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (4/5/2026). Tiga gol kemenangan Laskar Super Elja dicetak oleh Gustavo Tocantins pada menit ke-35, Junior Haqi menit ke-58, dan Arda Alfareza menit ke-86.
Hasil tersebut memastikan PSS Sleman keluar sebagai juara Grup B Liga 2 2025/2026 setelah unggul head-to-head atas Persipura Jayapura, meski sama-sama mengoleksi 56 poin. Tidak hanya promosi, PSS Sleman juga masih berpeluang menutup musim dengan gelar juara Liga 2 saat menghadapi Garudayaksa FC di partai final.
Keberhasilan itu rupanya memancing respons sejumlah mantan pemain PSS Sleman, termasuk Thales Lira. Melalui media sosial pribadinya, sang bek memberi ucapan yang dianggap sebagai kode ingin kembali ke Sleman.
“Welcome Back (selamat datang kembali),” tulis @thaleslira40.
Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat, unggahan Thales Lira justru dibalas komentar pedas oleh sejumlah suporter PSS Sleman. Beberapa akun pendukung Brigata Curva Sud (BCS) secara terang-terangan meminta sang pemain tidak kembali ke Sleman.
“@thaleslira40 kowe ojo mulih, wis ning kono ae (kamu jangan pulang, di sana saja),” tulis @botjahtzemprul. “@thaleslira40 wes rasah melu koe tetep neng kono wae (tidak usah ikut, kamu di sana saja),” tulis @er_kur. “@thaleslira40 rasah bali, wes neng kono wae (jangan kembali, di sana saja),” tulis @lutfyandrean.
Komentar tersebut memperlihatkan bahwa tidak semua suporter PSS Sleman antusias dengan kemungkinan kembalinya Thales Lira.
Kini masa depan Thales Lira menjadi salah satu teka-teki menarik menjelang bursa transfer musim depan. Secara kontrak, ia masih berstatus pemain Arema FC. Namun, performanya bersama Persija Jakarta yang tidak terlalu stabil membuat peluang bertahan di Macan Kemayoran semakin kecil.
Di sisi lain, PSS Sleman yang baru promosi diprediksi membutuhkan tambahan pemain berpengalaman untuk memperkuat skuad di Liga 1 musim depan. Meski begitu, respons negatif sebagian suporter bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi manajemen PSS Sleman apabila benar-benar ingin memulangkan Thales Lira. Dengan bursa transfer yang segera dibuka, menarik dinantikan ke mana bek asal Brasil tersebut akan melanjutkan kariernya musim depan.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Terbitkan Edaran, Perhitungan Kerugian Negara Tak Lagi Eksklusif Milik BPK
Gubernur Pramoni Evaluasi Pemilahan Sampah Setiap Dua Pekan, Bantargebang Hanya Terima Sisa Residu Mulai Agustus 2026
Polisi Tangkap Pria Pembakar Rumah Warga di Matraman, Pelaku Akui Dapat Bisikan untuk Beraksi Lagi
Kemendikdasmen Susun Peta Redistribusi Guru untuk Atasi Kekurangan 498 Ribu Tenaga Pendidik