14 Migran Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pangkor, Malaysia Masih Lakukan Pencarian

- Selasa, 12 Mei 2026 | 11:25 WIB
14 Migran Hilang Usai Kapal Tenggelam di Perairan Pangkor, Malaysia Masih Lakukan Pencarian

Sebanyak 14 orang masih dinyatakan hilang setelah sebuah kapal yang mengangkut 37 migran tanpa dokumen karam di perairan Pulau Pangkor, lepas pantai barat Malaysia. Kapal tersebut diduga berangkat dari Indonesia. Otoritas maritim setempat masih melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak menerima laporan pertama pada Senin pagi dari seorang nelayan yang menemukan sejumlah korban selamat terapung di laut. Informasi itu kemudian menjadi titik awal operasi pencarian dan penyelamatan.

“Investigasi awal menemukan bahwa jumlah total migran di kapal tersebut adalah 37 orang. Sejauh ini, 23 korban telah diselamatkan, sementara upaya terus dilakukan untuk menemukan orang-orang lainnya,” ujar Mohamad Shukri Khotob, direktur MMEA Perak, dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Senin malam.

Menurut hasil penyelidikan sementara, para migran tersebut berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei. Mereka menuju sejumlah kota di Malaysia, antara lain Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.

MMEA telah mengerahkan kapal, helikopter, dan pesawat pengintai untuk mencari korban yang masih hilang. Sementara itu, para penyintas yang berhasil diselamatkan telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Malaysia selama ini menjadi tujuan utama bagi jutaan migran dari berbagai kawasan di Asia, termasuk Indonesia. Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor konstruksi dan pertanian, dan banyak di antaranya tidak memiliki dokumen resmi.

Namun, perjalanan laut yang difasilitasi oleh sindikat perdagangan manusia kerap berisiko tinggi. Kecelakaan dan kapal terbalik menjadi ancaman yang terus berulang.

Dalam salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, sebanyak 36 migran tewas pada November 2025 setelah kapal mereka terbalik di dekat perbatasan laut Thailand dan Malaysia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar