Israel, AS, dan Lebanon Tandatangani Rancangan Perdamaian Trilateral Akhir Konflik di Perbatasan Selatan

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 02:36 WIB
Israel, AS, dan Lebanon Tandatangani Rancangan Perdamaian Trilateral Akhir Konflik di Perbatasan Selatan

Harapan baru untuk perdamaian di Timur Tengah mulai terbentuk. Israel, Amerika Serikat, dan Lebanon telah menandatangani rancangan kesepakatan perdamaian trilateral jangka panjang yang diharapkan mampu mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Kesepakatan ini lahir setelah lima putaran pembicaraan di Washington, dengan tujuan utama menghentikan pertempuran berpekan-pekan antara Hizbullah dan Israel di selatan Lebanon.

“Rancangan ini adalah permulaan, untuk merumuskan susunan perdamaian yang berkepanjangan,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Jumat (26/6).

Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh Moawad, menyampaikan tanggapan yang senada. “Ini adalah langkah awal, untuk mengembalikan kedaulatan Lebanon, memulihkan integritas teritorial, memastikan penghentian tembak-menembak yang permanen, yang berujung pada kembalinya masyarakat kami ke rumah-rumah mereka,” ucap Moawad.

Sementara itu, utusan Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menyatakan bahwa perjanjian ini justru mengesampingkan peran Hizbullah dan Iran. “Tak ada Hizbullah dan Iran, ini adalah jalan perdamaian antara Israel dan Lebanon,” kata Leiter.

Konflik ini bermula pada 2 Maret 2026. Pemicunya adalah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara AS-Israel. Hizbullah yang memiliki kedekatan dengan Iran kemudian membalas dengan serangan roket ke Israel. Israel merespons dengan membombardir selatan Lebanon dan melakukan invasi darat. Sejauh ini, lebih dari 4.200 orang tewas akibat agresi tersebut.

Upaya perdamaian sejatinya telah berulang kali dilakukan, namun belum pernah membuahkan hasil. AS terus menekan Lebanon untuk memulai pembicaraan, tetapi pertikaian tak kunjung mereda. Awal bulan ini, gencatan senjata akhirnya diumumkan. Iran pun menyatakan bahwa perjanjian damai mereka dengan AS hanya akan berlaku jika persoalan Israel dan Lebanon turut dimasukkan ke dalamnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags