Gelandang Prancis, Aurelien Tchouameni, memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak lengah sedetik pun menghadapi Erling Haaland dalam laga penentuan juara Grup I Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Gillette, Boston, ini menjadi krusial karena posisi puncak klasemen tidak hanya soal gengsi, tetapi juga menentukan jarak tempuh perjalanan tim di fase gugur nanti.
Tchouameni kembali masuk sebagai starter setelah sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan saat melawan Irak karena kondisi fisik yang belum pulih. Kini, ia menjadi salah satu palang pintu utama di lini tengah untuk meredam agresivitas serangan Norwegia. Dalam konferensi pers di Universitas Bentley, ia menyampaikan kekhawatirannya secara blak-blakan.
“Erling Haaland bisa mencetak gol kapan saja, kami harus tetap waspada,” ujar Tchouameni.
Pemain Real Madrid itu bahkan menyebut penyerang Manchester City tersebut dengan julukan khusus. “Haaland adalah pemain yang menakutkan. Julukan ‘Siborg’ (alien) sangat cocok untuknya. Ia bisa mencetak gol kapan saja, jadi kami harus waspada selama 90 menit,” katanya.
Tchouameni juga menegaskan bahwa kelengahan sekecil apa pun saat mengawal lini depan Norwegia akan berakibat fatal. “Dia pemain kelas dunia, sangat menentukan. Kami bisa membayar mahal jika lengah,” ucapnya.
Meski demikian, Tchouameni mengaku tidak terlalu memikirkan psywar yang mungkin dilontarkan Haaland sebelum pertandingan. “Sejujurnya saya tidak tahu apakah dia bercanda atau tidak. Kami akan fokus dari pertandingan ke pertandingan,” katanya.
Selain membahas ancaman lawan, Tchouameni juga memberikan pandangannya tentang dinamika internal tim, termasuk kualitas Kylian Mbappe. “Dia adalah seseorang yang saya hargai di luar lapangan. Kepribadiannya luar biasa. Kylian adalah pemain level sangat tinggi, salah satu yang terbaik di dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Mbappe menjadi keuntungan besar bagi tim asuhan Guy Stephan. “Dia selalu tampil kuat dan di momen-momen penting, dia yang menentukan. Itu salah satu rahasianya. Yang terbaik adalah memilikinya di tim,” kata Tchouameni.
Tchouameni juga memberikan dukungan moral kepada pelatih utama Didier Deschamps yang sedang absen karena situasi sulit. Kendali taktis kini dipegang oleh Guy Stephan. “Saat Deschamps pergi, dia memberi misi kepada staf pelatih dan pemain. Kami akan terus mengikuti garis yang sudah ditetapkan. Hubungan kami sangat baik, terbuka, dan menyenangkan,” jelasnya.
Mengenai kenyamanan skuad selama turnamen yang berlangsung lama, Tchouameni menegaskan suasana tim tetap terjaga. “Hari-hari bisa terasa lebih panjang jika tidak memiliki suasana seperti ini di tim. Kami punya banyak pekerjaan di ruang pemulihan. Memang sudah cukup lama kami di sini, tapi hari-hari terasa cepat. Kami baik-baik saja,” tuturnya.
Tchouameni juga mengomentari adaptasi strategi formasi yang diterapkan. “Saat kami bermain 4-3-3 dengan satu pivot, lebih mudah untuk maju. Tapi karena kami bermain dengan empat penyerang, kami harus menjaga keseimbangan. Saat melawan Senegal, saya turun untuk menghentikan serangan balik,” katanya.
Perubahan formasi dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 juga menuntut kedisiplinan lebih dari para gelandang. “Ini sedikit mengubah tugas kami. Dengan sistem kedua, kami harus lebih menjaga keseimbangan dan mundur sedikit lebih dalam,” ucap Tchouameni.
Ia juga menanggapi persaingan sehat di lini tengah Prancis, terutama setelah performa apik Manu Kone. “Kami banyak berdiskusi karena saya belum berlatih. Manu adalah teman baik, dia akan membuktikan bahwa dia pemain hebat. Di Prancis, tidak ada posisi yang aman, tapi fakta bahwa semua pemain tampil baik adalah yang terbaik untuk tim,” katanya.
Terkait cuaca ekstrem yang sempat mengganggu pertandingan sebelumnya, Tchouameni mengaku tidak terkejut. “Kami sudah bermain di Piala Dunia Klub dan tahu ini bisa terjadi. Apa yang terjadi di pertandingan terakhir membuat kami siap untuk situasi apa pun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kondisi fisiknya prima. “Semua baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Tchouameni singkat.
Prancis tetap optimistis mampu meredam daya serang Norwegia berkat kedalaman skuad lini belakang. “Kami punya bek-bek yang mampu melakukannya. Kami kompetitif dan ingin memenangkan setiap pertandingan. Kami tahu besok akan sulit, tapi kami siap,” ucap Tchouameni.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan fokus tim menghadapi fase gugur. “Pertandingan terbaik disimpan untuk akhir. Kami memperebutkan puncak klasemen melawan lawan yang kuat, dan kami siap untuk segalanya,” katanya.
Artikel Terkait
Spanyol Hadapi Uruguay di Laga Penentu Grup H Piala Dunia 2026
Shamrock Rovers Hadapi Galway United Tanpa Tiga Penyerang Andalan demi Pertahankan Puncak Klasemen
RD Kongo Incar Sejarah Baru, Siap Gebuk Uzbekistan demi Tiket ke Fase Gugur
Norwegia vs Prancis Perebutkan Puncak Grup I Piala Dunia 2026, Haaland dan Mbappe Saling Sikut