Basarnas Temukan Korban Kedua Terseret Arus Sungai Buakkang Gowa, Pencarian Dihentikan

- Senin, 11 Mei 2026 | 16:01 WIB
Basarnas Temukan Korban Kedua Terseret Arus Sungai Buakkang Gowa, Pencarian Dihentikan

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Lami Dg Ngugi (57) dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari menjalani pencarian. Warga yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Buakkang di Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Gowa, itu ditemukan pada Senin pagi, 11 Mei 2026, sekitar pukul 08.30 Wita. Lokasi penemuan korban berada sekitar satu kilometer dari titik ditemukannya sang suami sehari sebelumnya.

Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai sejak Minggu malam hingga Senin pagi. “Korban perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi penemuan korban pertama,” ujarnya.

Sebelumnya, Lami Dg Ngugi dilaporkan hilang bersama suaminya, Kamuddin (58), saat keduanya menjala ikan di Sungai Buakkang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Diduga, hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai meningkat secara tiba-tiba hingga menyeret pasangan suami istri tersebut. Kamuddin lebih dulu ditemukan warga pada Minggu, 10 Mei 2026, sekitar pukul 13.20 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, tubuh korban masih terlilit jala ikan yang digunakan saat mencari ikan di sungai.

Usai penemuan korban kedua, operasi pencarian di Sungai Buakkang resmi dihentikan. Seluruh korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Operasi SAR tersebut melibatkan personel Basarnas Makassar, TNI, Polri, BPBD Gowa, relawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu pencarian sejak hari pertama.

Arif Anwar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika curah hujan tinggi terjadi di wilayah hulu. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca dan debit air sungai sebelum beraktivitas, terutama di wilayah yang rawan arus deras saat hujan di hulu,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar