Federasi Guru Amerika Serikat, atau AFT, resmi hengkang dari platform X. Alasannya jelas: mereka muak dengan banjirnya gambar-gambar buatan AI yang berbau seksual, terutama yang menampilkan anak-anak dan perempuan. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden AFT, Randi Weingarten.
Menurut Weingarten, platform yang dulu dikenal sebagai Twitter itu sudah berubah total sejak diambil alih Elon Musk pada 2022. Dia menyebut X kini dipenuhi ekstremis, troll, dan gelombang propaganda yang sulit dikendalikan.
“Generator gambar AI Grok, tanpa pengamanan, adalah puncaknya. Mulai besok, kami tidak akan menggunakan Twitter, atau X,”
tegas Weingarten dalam wawancaranya dengan Reuters.
Yang paling mencemaskan bagi serikat guru itu adalah merebaknya gambar hiper-realistis yang merendahkan. Gambar-gambar itu seringkali menelanjangi digital perempuan dan anak di bawah umur, mengenakan pakaian dalam atau pose yang mengarah pada kekerasan seksual. Sungguh mengerikan.
Nah, sampai berita ini diturunkan, X sendiri belum memberikan tanggapan resmi. Perusahaan AI milik Musk, xAI, juga cuma memberi respons yang sangat umum ketika dimintai komentar. Padahal, platform itu sedang jadi sorotan dunia internasional karena ulah Grok yang membagikan gambar-gambar rekayasa AI secara publik.
Artikel Terkait
Justin Hubner Akui Gaya Mainnya Terlalu Inggris untuk Eredivisie
Pemerintah Izinkan Impor BBM Swasta, Kuota Masih Dihitung
KPK Tinjau Risiko Dua Proyek Strategis Pemerintah
Permata Bank dan JAL Gelar Pameran Perjalanan, Tiket ke Jepang Diskon hingga Rp14 Juta