Memang, X sudah mengubah pengaturan agar gambar dari Grok tidak otomatis muncul di linimasa. Tapi, masalahnya belum selesai. Chatbot itu tetap bisa menghasilkan konten-konten berbahaya tadi.
AFT bukan organisasi kecil. Mereka mewakili sekitar 1,8 juta pekerja pendidikan, menjadikannya salah satu serikat terbesar di AS. Weingarten sendiri sudah punya akun Twitter selama 15 tahun. Namun belakangan, dia mengurangi aktivitasnya karena makin menjadi-jadinya disinformasi di sana.
Mulai Rabu kemarin, akun pribadi Weingarten yang punya 100.000 pengikut dan akun resmi AFT dengan 75.000 pengikut akan dinonaktifkan. Weingarten berkeras bahwa langkah ini demi satu hal: melindungi anak-anak.
“Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi ini keputusan yang tepat. Jika Anda berpihak pada kemanusiaan dan percaya bahwa kita harus melindungi anak-anak, maka batasan harus ditetapkan,”
katanya dengan nada tegas.
Lepas dari semua ini, langkah AFT jelas memberi pesan kuat. Di era di mana teknologi bisa begitu liar, terkadang kita memang harus mengambil sikap.
Artikel Terkait
Israel Klaim Khamenei Tewas, Iran Bantah dan Nyatakan Pemimpinnya Selamat
Iran Lancar Serangan Balasan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Imsak Jakarta 1 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Azan Subuh 04.43 WIB
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hancurkan Villarreal 4-1