Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki asal muasal dari drone yang berhasil ditembak jatuh.
Keberadaan drone tersebut disangkut pautkan atas pengintaian yang pernah dilakukan oleh Densus 88 terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah beberapa waktu lalu.
Rocky Gerung mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang dapat menerbangkan drone dilingkungan Kejaksaan Agung hanyalah pihak yang memegang kekuasaan.
Menurutnya, adanya drone di Kajagung tersebut tak lepas dari penanganan kasus yang tengah ditangani oleh Kejagung.
“Meskipun Kapolri dan Kajaksaan agung mengungkapkan bahwa tidak ada masalah, namun pihak-pihak dibelakang kasus tersebut masih terus bertikai,” terangnya.
Rocky mengatakan, meskipun Kejaksaan dan Kapolri terlihat telah berdamai, namun pihak-pihak dibelakangnya belum berdamai.
“Dengan adanya drone tersebut diduga adanya pihak atau gajah-gajah dibelakangnya yang mengirimkan sinyal dan menyatakan bahwa kami belum selesai,” ungkapnya.
Selain itu Rocky juga menghkawatirkan adanya kakuatan lain diluar Kejaksaan dan Polri yang bermain dalam kasus ini, di mana hal ini juga menjadi sebuah pertanyaan besar.
Rocky juga menyinggung terkait dengan pergantian kepemimpinan yang akan segara terjadi.
Artikel Terkait
SKK Migas dan Kontraktor Tandatangani Amendemen PJBG, Lifting Minyak Diproyeksi Naik 11.693 Barel per Hari
Calon Komisioner OJK Soroti Ancaman Siber dan Rendahnya Literasi Keuangan
Persiapan Mudik: Lima Pengecekan Kendaraan Wajib untuk Hindari Mogok di Jalan
Tips Mudik Tenang: Lima Persiapan Penting untuk Hewan Peliharaan