Operasional Haji 1447 H Hari Ketujuh: 34.657 Jamaah Diberangkatkan, Kendala Teknis Dua Pesawat Ditangani

- Selasa, 28 April 2026 | 10:15 WIB
Operasional Haji 1447 H Hari Ketujuh: 34.657 Jamaah Diberangkatkan, Kendala Teknis Dua Pesawat Ditangani

IDXChannel – Hari ketujuh operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (27/4/2026), Kementerian Haji dan Umrah RI ngasih laporan perkembangan. Katanya sih, proses penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib dan lancar. Tapi ya, mereka juga terus mengoptimalkan layanan di berbagai sektor, terutama di Madinah, Arab Saudi.

Nah, berdasarkan data sampai Minggu (26/4/2026) jam 24.00 WIB, sudah ada 88 kelompok terbang atau kloter yang diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia. Totalnya 34.657 jamaah. Proses pemberangkatan ini katanya sesuai jadwal, berkat koordinasi lintas instansi yang cukup rapi.

Di sisi lain, jumlah jamaah yang udah sampai di Madinah tercatat 78 kloter, dengan total 30.611 orang. Begitu mendarat di bandara, mereka langsung dapet layanan terpadu dari petugas haji. Terus, diarahkan ke hotel-hotel yang udah disiapin. Proses kedatangannya menurut laporan berlangsung tertib. Prioritas layanan dikasih buat jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Lumayan manusiawi, ya.

“Alhamdulillah, hingga hari ketujuh operasional haji, seluruh proses berjalan dengan tertib dan lancar. Kami memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik sejak keberangkatan hingga di Tanah Suci,” ujar Maria Assegaff dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Soal layanan kesehatan, pemerintah bilang perlindungan jamaah jadi prioritas utama. Sampai sekarang, tercatat 906 jamaah menjalani rawat jalan. Lalu, 25 jamaah dirujuk ke KKHI, dan 30 jamaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Dari jumlah itu, 24 jamaah masih dalam perawatan. Angka-angka ini mungkin bakal berubah, tapi setidaknya ada gambaran.

Untuk urusan perut, sebanyak 213.967 boks makanan udah didistribusikan ke 29.834 jamaah. Didukung oleh 23 dapur katering di Madinah. Sementara buat akomodasi, 29.925 jamaah udah menempati 38 hotel di kawasan Markaziyah dekat Masjid Nabawi. Lumayan strategis, kan?

Tapi, nggak semuanya mulus. Ada kendala teknis penerbangan. Pemerintah bilang penanganannya cepat dan terkoordinasi. Pertama, pada 26 April 2026, pesawat Saudia rute Surabaya–Madinah kena gangguan teknis pas di Bandara Kualanamu. Akibatnya, 380 jamaah dari kloter SUB-16 difasilitasi akomodasi di tiga hotel sekitar bandara. Mereka tetap dapet layanan dan pendampingan petugas.

Kedua, keesokan harinya, 27 April 2026, pesawat Saudia yang ngangkut jamaah Embarkasi Batam Kloter 5 juga bermasalah. Kali ini setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Sampai sekarang masih diperbaiki. Seluruh jamaah diinapkan di lima hotel, dengan pendampingan penuh petugas. Koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait terus dilakukan biar cepat kelar.

“Keselamatan dan kenyamanan jamaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap kendala dapat segera ditangani,” kata Maria Assegaff lagi.

Yang terakhir, pemerintah juga ngingetin soal larangan pungutan dalam bentuk apa pun kepada jamaah. Nggak peduli dari pihak mana, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Jadi, kalau ada yang coba-coba minta uang tambahan, laporkan aja.

(kunthi fahmar sandy)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar