Kanselir Jerman Akui Barat Meremehkan Kekuatan Iran dan Kecam Strategi Negosiasi AS

- Selasa, 28 April 2026 | 07:20 WIB
Kanselir Jerman Akui Barat Meremehkan Kekuatan Iran dan Kecam Strategi Negosiasi AS

BERLIN Kanselir Jerman, Friedrich Merz, baru saja mengakui sesuatu yang agak mengejutkan. Negara-negara Barat, katanya, selama ini terlalu meremehkan Iran. Ternyata, kekuatan Iran jauh lebih besar dari yang mereka kira terutama dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.

“Jelas bahwa Iran lebih kuat daripada yang kita duga,” ujar Merz di depan para mahasiswa, Selasa (28/4/2026). Ia juga menyoroti sisi lain: Amerika, menurutnya, tampak tidak punya strategi negosiasi yang benar-benar meyakinkan. Khususnya soal penyelesaian damai di Timur Tengah.

Perundingan damai macet. Merz tidak menutup kemungkinan bahwa AS bisa terjebak dalam konflik yang berkepanjangan di kawasan itu. Ditambah lagi, Iran tidak mau tunduk begitu saja pada kemauan Washington. Akibatnya? Perundingan tidak menunjukkan kemajuan berarti.

Namun begitu, ada satu hal yang dipuji oleh Merz. Ia mengapresiasi kematangan diplomasi Iran. Menurutnya, Teheran justru bertindak lebih efektif dalam proses negosiasi berbanding terbalik dengan AS.

Ia juga mengungkapkan kekecewaan. Bukan tanpa alasan. “Saya saat ini kecewa,” katanya, “dan itu hanya karena AS dan Israel awalnya berasumsi bahwa masalah ini akan selesai dalam beberapa hari. Tapi hari ini, kita terpaksa mengakui bahwa masalah ini belum terselesaikan.”

Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sendiri dimulai pada 28 Februari. Dampaknya cukup parah: kerusakan infrastruktur dan korban sipil mencapai lebih dari 3.300 orang. Gencatan senjata baru berlaku pada 7 April, hanya untuk dua minggu. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjangnya dengan syarat Iran menyerahkan “proposal damai terpadu”.

Entah bagaimana kelanjutannya. Tapi yang jelas, pernyataan Merz ini seperti tamparan halus bagi sekutunya sendiri.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar