JAKARTA Lebih dari 50 anak diduga jadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta. Angka itu bukan isapan jempol. Kasus ini mulai terkuak setelah seorang anak memberanikan diri bicara pada orang tuanya. Dari situ, laporan pun mengalir, penyelidikan pun dimulai.
Polisi sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pengelola dan pengasuh daycare. Tapi ini belum selesai. Kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah, karena kasusnya masih terus dikembangkan.
Fakta-fakta yang muncul cukup mencengangkan. Mulai dari dugaan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap anak-anak, sampai soal izin operasional daycare yang ternyata tidak ada. Wajar kalau kemudian kasus ini memicu reaksi keras dari banyak pihak. Pemerintah daerah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bahkan DPR ikut angkat bicara.
Di sisi lain, di tengah proses hukum yang masih berjalan, perhatian publik mulai bergeser. Bukan cuma soal siapa lagi yang akan dijerat, tapi juga soal pemulihan para korban. Anak-anak itu butuh waktu dan pendampingan. Lebih dari itu, kasus ini jadi alarm keras buat sistem pengawasan dan perizinan daycare di Indonesia. Evaluasi menyeluruh, kata banyak orang, sudah tidak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
KPK Periksa Pengusaha Rokok Terkait Suap Impor di Bea Cukai
KAHMI Minta Polemik Ceramah Jusuf Kalla Dihentikan, Khawatir Memecah Belah Umat
Kemendagri Peringatkan Pemkab Magelang Agar Tak Asal Bikin Inovasi Daerah Tanpa Perencanaan Matang
Warga Palopo Ditemukan Selamat Setelah Tersesat di Hutan Battang Barat