MILAN: Laga klasik yang selalu dinanti, AC Milan versus Juventus di pekan ke-34 Liga Italia Serie A, Senin (27/4/2026) lalu, harus berakhir tanpa pemenang. Padahal, Juventus yang bertindak sebagai tim tamu sempat unggul lebih dulu di babak pertama. Tapi, VAR punya pendapat lain. Gol mereka dianulir. Alhasil, skor kacamata 0-0 pun menutup pertandingan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tempo permainan di San Siro sudah langsung tinggi. Kedua tim sama-sama kepincut ingin mengamankan tiket ke Liga Champions. Juventus, misalnya, tampil lebih ngotot. Wajar saja, posisi mereka di papan klasemen sedang tidak aman bertengger di peringkat empat dengan 63 poin, cuma unggul dua angka dari Como dan AS Roma yang mengintai di posisi lima dan enam dengan koleksi 61 poin.
Di sisi lain, Milan punya ambisi lain. Mereka mengincar kemenangan demi merebut kembali posisi dua yang baru saja direbut Napoli. Rossoneri saat itu mengoleksi 66 poin, terpaut tiga angka dari Napoli dan 13 angka dari Inter Milan yang beberapa jam sebelumnya cuma bermain imbang 2-2 melawan Torino. Kalau saja mereka bisa mengalahkan Juve, jarak dengan sang pemuncak klasemen bisa dipangkas jadi 10 poin. Sayang, rencana tinggal rencana.
Peluang pertama Milan baru lahir di menit ke-22. Youssouf Fofana melakukan solo run dari sisi kiri pertahanan Juventus, lalu melepaskan tembakan keras dari sudut kotak penalti. Sayang, bola hanya membentur mistar gawang. Milan kembali mengancam lewat Adrien Rabiot. Tendangan kaki kirinya keras, tapi masih terlalu mudah ditebak oleh kiper Michele Di Gregorio.
Publik San Siro sempat terdiam. Itu terjadi saat Khephren Thuram berhasil menyambar umpan Francisco Conceciao yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Milan pada menit ke-36. Euforia pendukung Juventus tidak bertahan lama. VAR menangkap bahwa adik dari Marcus Thuram itu berada dalam posisi offside. Gol dianulir. Kecewa? Pasti.
Sepuluh menit terakhir babak pertama, permainan cepat dan terbuka terus diperagakan kedua tim. Tapi, hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor masih 0-0. Belum ada yang berhasil memecah kebuntuan.
Menurut catatan statistik, Juventus lebih mendominasi babak pertama dengan penguasaan bola 51%. Namun begitu, Milan yang mengandalkan transisi cepat justru punya xG lebih baik: 0,26 berbanding 0,15 milik Si Nyonya Tua. Angka yang cukup mencerminkan peluang-peluang berbahaya yang mereka ciptakan.
Babak kedua baru berjalan lima menit, Milan langsung menggebrak. Alexis Saelemaekers menerima umpan matang dari Leao di kotak penalti, lalu melepaskan tembakan. Lagi-lagi, bola membentur mistar gawang. Dua kali kena mistar nasib memang sedang tidak berpihak.
Juventus tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan dua peluang emas. Pertama, Jonathan David mengklaim hadiah penalti setelah jatuh di kotak penalti akibat gangguan dari Gabbia. Wasit tidak menganggap itu pelanggaran. Tak lama berselang, giliran Bremer yang melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Tapi, bola masih mendarat manis di pelukan Mike Maignan.
Aksi jual beli serangan sempat terhenti sejenak. Penyebabnya, insiden benturan kepala yang cukup keras antara Modric dan Locatelli pada menit ke-76. Modric terpaksa ditarik keluar pada menit ke-80, digantikan oleh Ardon Jashari. Momen yang cukup mengkhawatirkan, memang.
Sepuluh menit menjelang akhir pertandingan, Milan masih berusaha membongkar pertahanan Juve. Mereka mengandalkan duet Christopher Nkunku dan Nicklas Fullkrug yang masuk menggantikan Christian Pulisic dan Leao. Sementara itu, pelatih Juve Luciano Spalletti mengandalkan poros serangannya pada Kenan Yildiz (masuk menit 80) dan Dusan Vlahovic striker yang santer digosipkan akan pindah ke Milan yang masuk pada menit ke-85.
Juventus terlihat cukup intens menekan pertahanan Milan di enam menit waktu tambahan yang diberikan wasit. Milan sesekali membalas lewat serangan balik. Tapi, semua upaya gagal berbuah hasil hingga wasit meniup peluit panjang.
Skor 0-0 membuat kedua tim tidak beranjak dari posisinya masing-masing. Milan gagal menyalip Napoli dan tetap di posisi tiga dengan 67 poin. Di sisi lain, Juve juga tak bergerak dari peringkat empat, batas akhir zona Liga Champions, dengan koleksi 64 poin unggul tiga angka dari Como dan AS Roma.
Dengan hasil ini, persaingan memperebutkan tiket ke Liga Champions masih cukup menarik untuk diikuti di empat sisa laga Serie A musim ini. Napoli (69), Milan (67), Juve (64), Como (61), dan AS Roma (61) masih sama-sama berpeluang mentas di kompetisi paling bergengsi di Eropa itu. Siapa yang bakal bertahan? Kita lihat saja.
Susunan Pemain:
AC Milan: Mike Maignan, Fikayo Tomori, Manuel Gabbia, Strahinja Pavlovic, Davide Bartesaghi/Pervis Estupinan (46'), Youssouf Fofana/Samuele Ricci (65'), Adrien Rabiot, Luka Modric/Ardon Jashari (81'), Alexis Saelemaekers, Christian Pulisic/Nicklas Fullkrug (62'), Rafael Leao/Christopher Nkunku (81').
Juventus: Michele Di Gregorio, Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Lloyd Kelly, Andrea Cambiaso/Emil Holm (71'), Manuel Locatelli, Khephren Thuram/Teun Koopmeiners (71'), Weston McKennie, Jeremie Boga/Kenan Yildiz (80'), Francisco Conceciao/Edon Zhegrova (80'), Jonathan David.
Artikel Terkait
Suporter Milan Kembali Ejek Rafael Leao, Spekulasi Hengkang Makin Kuat
Wakil Ketua MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon
MNC Asia Holding Banding Atas Putusan PN Jakarta Pusat yang Bebankan Kerugian NCD ke Broker
Inter Milan Gagal Amankan Kemenangan, Ditahan Imbang Torino 2-2