JAKARTA Ada cerita pahit di balik senyum Ruben Onsu. Presenter yang biasa kita lihat ceria di layar kaca itu, belakangan ini harus gigit jari. Niatnya mulia, mau jualan mukena pas musim Lebaran. Eh, malah kena tipu. Kerugiannya? Nggak main-main: Rp5,5 miliar lenyap begitu saja.
Semua berawal dari kenalan. Seorang teman memperkenalkan Ruben pada seseorang berinisial PS. Waktu itu pas menjelang Ramadhan, momen yang katanya tepat buat bisnis mukena. Permintaan lagi tinggi-tingginya. Peluangnya, ya, keliatannya menggiurkan banget.
"Karena momentum mau Lebaran, Ruben melihat ini peluang bisnis yang bagus," kata kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, beberapa waktu lalu.
Pelaku ini, kata Minola, mainnya rapi. Dia ngaku bisa produksi mukena dalam jumlah besar lewat perusahaan bernama PT Venteny Fortuna Indo. Nggak cuma omong doang, dia juga kasih draf kerja sama resmi. Nilai kontraknya Rp5,5 miliar. Wajar kalau Ruben mulai percaya. Tapi di balik itu semua, jebakannya perlahan mengencang tanpa disadari.
Pelaku mulai minta dana bertahap. Alasannya macam-macam: uang muka produksi, biaya operasional, ini-itu. Ruben, yang waktu itu belum curiga, mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi pelaku dan juga rekening perusahaan yang dikenalkan.
"Ruben beberapa kali diminta mentransfer uang. Dana itu disebut untuk pembayaran awal produksi hingga biaya entertain mencari pabrik dan bahan berkualitas," ungkap Minola.
Hari berganti hari. Ramadhan berlalu. Lebaran datang dan pergi. Tapi mukena yang dijanjikan? Nihil. Nggak ada produksi, nggak ada distribusi. Yang ada cuma janji yang menggantung, tak kunjung terwujud.
Kecurigaan akhirnya berubah jadi kenyataan pahit. Setelah ditelusuri lebih dalam, dana miliaran itu ternyata nggak pernah sampai ke pabrik. Uangnya menguap entah ke mana.
"Uang dari Ruben sudah masuk, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik untuk produksi," tegas Minola.
Yang lebih bikin geregetan, pelaku sekarang hilang tanpa jejak. Nomor teleponnya mati. Komunikasi putus total. Orangnya kayak lenyap ditelan bumi.
"Nomornya sudah tidak bisa dihubungi, orangnya seperti menghilang," tambah Minola.
Sekarang, Ruben Onsu lagi mempertimbangkan langkah hukum. Nggak ada pilihan lain, dia mau memperjuangkan haknya. Biar jadi pelajaran juga, mungkin, buat kita semua: bisnis yang keliatannya manis, kadang isinya pahit.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Buka Suara soal Sering Absen Rapat dengan DPR: Jadwal Bentrok
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif