Layanan Mecca Route bakal kembali beroperasi untuk musim haji 2026. Ini kabar baik buat jemaah Indonesia. Kenapa? Karena dengan layanan fast track ini, proses imigrasi Saudi bisa diselesaikan dari sini, di tanah air. Jadi begitu mendarat di Arab Saudi nanti, mereka bisa langsung keluar bandara tanpa harus antre panjang lagi.
Menurut informasi dari Portal Informasi Indonesia (@indonesiago.id, intinya semua pemeriksaan dokumen dan paspor rampung sebelum berangkat. Praktis sekali. Nanti di bandara Saudi, jemaah tinggal jalan saja menuju bus yang sudah menunggu untuk antar ke hotel.
Layanan ini nggak tersedia di semua bandara. Cuma ada di empat titik pemberangkatan utama:
- Bandara Soekarno Hatta di Jakarta.
- Bandara Juanda, Surabaya.
- Bandara Adi Soemarmo, Solo.
- Dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.
Jadi, buat yang berangkat dari kota-kota itu, perjalanan akan jauh lebih lancar. Sistemnya memang dirancang agar perjalanan rohani ini bisa dimulai dengan lebih tenang, tanpa dibebani urusan administrasi yang berbelit di negara tujuan.
Perhatian Buat Tas Bawaan
Sementara itu, persiapan haji 2026 sendiri sudah mulai bergulir. Jemaah diproyeksikan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 mendatang. Nah, salah satu hal sepele yang sering bikin repot adalah soal tas bawaan. Apa yang boleh dan nggak boleh dibawa, itu perlu diperhatiin betul.
Kementerian Haji dan Umrah RI sudah mengeluarkan panduannya. Setidaknya, ada empat jenis tas yang disarankan untuk dibawa jemaah:
- Koper Bagasi Ini yang utama. Buat nyimpen pakaian dan perlengkapan lain, dengan berat maksimal 32 kg. Tas ini akan disimpan di bagasi pesawat.
- Koper Kabin Nah, ini teman selama di pesawat. Kapasitasnya sekitar 7 kg untuk barang-barang yang mungkin diperlukan selama penerbangan panjang.
- Tas Armuzna Biasanya berupa ransel lipat. Fungsinya khusus untuk keperluan di area Armuzna nanti.
- Tas Selempang Ini yang paling penting. Buat nyimpen dokumen vital kayak paspor, uang, sama ponsel. Tas kecil ini harus selalu menempel dan bisa diawasi.
Yang Harus Dihindari
Di sisi lain, ada juga larangan yang mesti diikuti. Beberapa jenis bagasi ini sebaiknya ditinggal di rumah:
- Backpack atau tas ransel bertali punggung biasa.
- Tas bagasi yang punya tali panjang.
- Cairan apa pun dalam kemasan lebih dari 100 ml.
- Bagasi yang dikemas dengan kardus yang sudah rusak atau bentuknya tidak rapi.
Intinya, persiapan yang matang, termasuk memilih tas yang tepat, bisa menghindarkan jemaah dari masalah yang nggak perlu. Biar perjalanan ibadah ini bisa fokus pada hal-hal yang lebih utama.
Artikel Terkait
Kakorlantas Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Pasar Jiung
Telkom Pecat Silmy Karim dari Komisaris Usai Tersangka Korupsi KPK
Anggota DPR Ingatkan Generasi Muda Waspadai ‘Lipstick Effect’ dan Risiko Keuangan Digital
BPBD: Mitigasi Gempa Bumi Kunci Kurangi Risiko Bencana, Ini Langkah Penyelamatan Diri yang Tepat