Bentrokan berdarah terjadi antara dua kelompok warga di Chad, Afrika Tengah, yang dipicu oleh konflik perebutan sumur air. Insiden kekerasan ini menewaskan puluhan orang dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Menurut laporan saluran televisi publik Chad, ONAMA, bentrokan terjadi pada Selasa waktu setempat. Pertempuran melibatkan dua komunitas dari provinsi tetangga, yaitu Bahr-El-Gazel dan Hadjer-Lamis, di bagian barat negara Sahel.
Seorang penasihat senior pemerintah Chad mengkonfirmasi bahwa bentrokan di Chad ini mengakibatkan 33 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Konflik perebutan sumber daya air ini menjadi sorotan media internasional.
Pemerintah Chad telah mengerahkan otoritas keamanan untuk meredakan konflik di Chad. Beberapa menteri, pejabat senior daerah, dan kontingen tentara dikirim ke lokasi kejadian.
Meskipun upaya mediasi telah dilakukan, sumber lokal melaporkan bahwa ketegangan di daerah tersebut masih tetap tinggi. Kehadiran pasukan keamanan belum sepenuhnya meredakan situasi konflik.
Tokoh politik senior mengungkapkan bahwa daerah ini memiliki sejarah konflik serupa, dengan insiden kekerasan terjadi pada tahun 1999 dan 2004 yang juga menelan puluhan korban jiwa.
Kekerasan antarkomunitas merupakan kejadian umum di Chad, terutama di daerah pedesaan. Sebagian besar pertempuran dipicu oleh perselisihan atas sumber daya alam seperti tanah, air, dan ternak yang menjadi faktor utama konflik di Chad.
Artikel Terkait
Gempa Kembar Magnitudo 7,5 dan 7,2 di Venezuela Tewaskan 235 Orang, Ratusan Lainnya Terjebak
Willy Aditya Ajak OB, Pamdal, dan Sopir Anggota DPR Tingkatkan Literasi Lewat Pojok Baca
Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 71,5 Persen, Tertinggi di Antara Lembaga Hukum
Pantai Gading Lakukan Empat Rotasi Pemain Hadapi Curacao di Kualifikasi Piala Dunia 2026