Iran kembali mengeksekusi mati seorang pria yang dinyatakan bersalah bekerja sama dengan Mossad, badan intelijen Israel. Ini hukuman gantung terbaru dalam rentetan panjang eksekusi yang terjadi di tengah situasi perang yang belum sepenuhnya reda.
Melalui situs web Mizan Online milik otoritas kehakiman, pihak berwenang mengumumkan eksekusi itu telah dilaksanakan. Kabar tersebut dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/4/2026).
"Mehdi Farid... digantung pagi ini karena kerja sama yang luas dengan badan intelijen teroris Mossad setelah kasusnya diperiksa dan putusan akhir disetujui," tulis pernyataan resmi itu.
Rincian soal penangkapan dan proses persidangannya sendiri masih samar. Yang jelas, pengadilan menjatuhkan vonis bersalah atas tuduhan "kerja sama intelijen dan spionase untuk rezim Zionis".
Belakangan ini, eksekusi mati di Iran memang terasa makin kerap. Beberapa pekan terakhir, sejumlah orang yang dituding terkait aksi unjuk rasa besar Januari lalu telah dihukum mati. Pemerintah menuding gelombang protes itu dihasut dari luar, terutama oleh Israel, Amerika Serikat, serta kelompok oposisi seperti Organisasi Mujahidin Rakyat yang sudah dilarang.
Di sisi lain, konflik bersenjata langsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebenarnya sudah mereda sejak 8 April lalu. Perang itu sendiri berkecamuk sejak akhir Februari. Namun begitu, ketegangan di tingkat intelijen dan perang narasi tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Eksekusi seperti ini menjadi pengingat pahit betapa panasnya situasi yang tersisa.
Artikel Terkait
Iran Kecam Blokade AS di Teluk Persia, Sebut Setara Serangan Militer dan Siapkan Respons Balasan
Polda Metro Jaya Buka Dialog dengan Serikat Buruh Jelang May Day, Siap Jadi Mediator Hubungan Industrial
Bupati Bone Resmikan Toko Bahan Kue Indo Bake Supply, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
AHY Soroti Ketimpangan Anggaran Infrastruktur: Rp46 Triliun untuk Jalan vs Rp5 Triliun untuk Kereta Api