Komisi Yudisial baru saja merilis daftar nama-nama yang berhasil melewati tahap awal seleksi. Tercatat ada 139 calon hakim agung dan 81 calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung yang dinyatakan lolos administrasi. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Albertina Ho, mantan Anggota Dewan Pengawas KPK.
Menurut Andi Muhammad Asrun, Anggota KY yang juga Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, rapat pleno telah digelar Senin lalu, tepatnya 20 April 2026.
"Dari hasil rapat, KY menyatakan calon yang memenuhi syarat administrasi hanya 139 orang calon hakim agung, 20 orang calon hakim ad hoc HAM di MA, dan 61 calon hakim ad hoc Tipikor di MA," jelasnya.
Nama lain yang kembali muncul adalah Alimin Ribut Sujono. Hakim tinggi PT Banjarmasin ini bukan wajah baru; dia pernah mengikuti proses serupa tahun lalu. Publik mungkin mengenalnya dari dua vonis mati yang pernah dijatuhkannya saat masih bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Di sisi lain, untuk posisi hakim ad hoc HAM, muncul nama yang cukup familiar: Binsar M Gultom. Dosen Fakultas Hukum Unissula ini pernah menjadi perbincangan nasional saat memimpin persidangan kasus 'kopi sianida' yang melibatkan Jessica Wongso. Bersamanya, ada juga mantan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, yang ikut lolos seleksi untuk kategori yang sama.
Soal komposisi, Juru Bicara KY Anita Kadir membeberkan rinciannya. Dari 139 calon hakim agung itu, mayoritas atau 65 orang ditujukan untuk kamar Pidana. Sementara untuk kamar Perdata ada 28 calon, kamar Agama 35 calon, dan kamar Tata Usaha Negara khusus pajak diisi oleh 11 calon.
Proses seleksi tentu masih panjang. Namun, daftar nama yang lolos administrasi ini sudah memberi gambaran awal tentang wajah-wahah potensial yang akan mengisi posisi penting di puncak mahkamah keadilan kita.
Artikel Terkait
Pemerintah Jajaki Ekspor Ceker Ayam ke Malaysia dan China Manfaatkan Surplus Produksi Unggas
Prabowo Jawab Kritik Frekuensi Kunjungan ke Luar Negeri: Sama Seperti Jokowi Dulu, Tetap Disalahkan
Pemprov DKI Siap Naikkan Tarif Transjabodetabek, Pramono Dorong Daerah Penyangga Ikut Patungan Subsidi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD di Lampung, Janjikan Obat Murah untuk Rakyat