Di tengah sorotan dunia, Perdana Menteri China Li Qiang justru mengajak negara-negara berkembang untuk berkolaborasi dalam urusan logam tanah jarang. Gagasan ini ia sampaikan dalam forum puncak G20 di Afrika Selatan yang baru saja berakhir.
Isu mineral penting memang jadi salah satu bahasan utama dalam KTT kali ini. Tak tanggung-tanggung, beberapa sesi khusus pun didedikasikan hanya untuk membahas persoalan yang satu ini.
Sebelumnya, sejumlah anggota G20 sempat menyuarakan kekecewaan mereka. Mereka keberatan dengan kontrol ekspor logam tanah jarang yang diterapkan China negara yang menguasai produksi dan ekspor komoditas strategis tersebut.
Namun begitu, Li dengan tegas membela kebijakan Beijing.
Ia menekankan bahwa perdagangan mineral untuk kepentingan militer harus diawasi secara ketat. Titik.
Artikel Terkait
Prabowo Prihatinkan Situasi Tepi Barat, Khawatirkan Dampaknya terhadap Upaya Perdamaian Gaza
Pengemudi Melawan Arus di Gunung Sahari Dihajar Massa Usai Kabur dari Polisi
Kementerian PKP Ubah Strategi, Penanganan Kawasan Kumuh Bakal Integrasikan Bantuan Fisik dan Ekonomi
Raja Yordania Apresiasi Komitmen Indonesia untuk Solusi Dua Negara