Shin Tae-yong Buka Peluang untuk Latih Klub Indonesia, Persija Diincar

- Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB
Shin Tae-yong Buka Peluang untuk Latih Klub Indonesia, Persija Diincar
Shin Tae-yong Buka Peluang, Persija di Ambang Mata?

Shin Tae-yong Buka Peluang, Persija di Ambang Mata?

HARIAN, JAKARTA – Rumor panas soal pergantian pelatih di Persija Jakarta tiba-tiba mendapat bahan bakar baru. Kali ini, sumbernya langsung dari sosok yang namanya santer disebut: Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu akhirnya buka suara, dan pernyataannya cukup mengejutkan. Ia tak menutup peluang untuk melatih di Super League Indonesia. Bahkan, kans menggantikan Mauricio Souza musim depan pun terbuka lebar. Sinyal ini, tentu saja, langsung disambut hangat dan penuh tanda tanya oleh Jakmania.

Dalam beberapa pekan terakhir, desas-desus soal STY ke Macan Kemayoran memang kian keras. Nama mantan arsitek Timnas Indonesia itu terus menghangat di kalangan suporter, apalagi melihat performa Persija yang naik turun di bawah Souza. Tekanan terhadap pelatih asal Brasil itu kian terasa.

Nah, di tengah spekulasi yang tak kunjung reda, Shin Tae-yong akhirnya angkat bicara. Meski tak menyebut Persija secara gamblang, kata-katanya jelas membuka pintu. Ia seolah memberi lampu hijau untuk tawaran apa pun, termasuk dari klub-klub papan atas Indonesia.

“Selalu terbuka apa pun tawarannya. Memang ada dua tawaran juga, walaupun bukan dari Indonesia,” ujar Jeong Seok-seo, atau yang akrab disapa Jeje, yang menginterpretasikan jawaban Shin Tae-yong dalam sebuah kanal YouTube olahraga.

Jeje menambahkan, “Intinya Coach Shin lagi berusaha keras untuk persiapan yang matang sebenarnya.”

Pernyataan itu jelas bukan omong kosong. Bagi banyak pengamat, ini adalah sinyal kuat bahwa pria 53 tahun itu bersedia kembali ke Indonesia. Dan Persija, dengan segala daya tarik dan sumber dayanya, berada di posisi paling depan untuk merebutnya.

Lalu, apa saja yang menguatkan indikasi ini? Ternyata cukup banyak. Beberapa tanda belakangan ini seolah mengarahkan Shin Tae-yong ke ibu kota.

Bocoran dari Pengamat

Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, ikut bersuara. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antara manajemen Persija dan Shin Tae-yong konon sudah terjalin. Menurutnya, Persija punya modal kuat untuk mewujudkan ini.

Soal finansial, klub berjuluk Macan Kemayoran ini dinilai sanggup memenuhi tuntutan gaji pelatih sekaliber STY. Dukungan sponsor besar dan backing dari Pemprov DKI Jakarta menjadi faktor penentu. Belum lagi, ada faktor kedekatan emosional. Beberapa mantan anak asuhnya di Timnas, sebut saja Witan, Ridho, Pattynama, hingga Jordi Amat, kini berseragam Persija. Itu bisa jadi nilai plus yang persuasif.

Momen di JIS yang Bicara Banyak

Spekulasi kian menjadi setelah Shin Tae-yong muncul di Jakarta International Stadium (JIS). Ia hadir menyaksikan langsung laga Persija kontra Dewa United yang berakhir imbang 1-1. Bukan cuma duduk di tribun, ia juga menyapa sejumlah fans dan wartawan. Rekaman kehadirannya pun ramai beredar di media sosial.

Kedatangannya waktu itu disebut punya dua agenda. Selain menghadiri acara Ramadhan Cup 2026, ia juga diduga sedang memantau performa beberapa mantan anak asuhnya yang tampil. Rizky Ridho, Egy Maulana, dan Pratama Arhan adalah beberapa nama yang kemungkinan ia amati.

“Bersama murid-muridku tercinta~~,” tulis Shin Tae-yong dalam sebuah unggahan di Instagram, memperlihatkan momen pertemuannya dengan para pemain.

Yang bikin makin panas, putranya sendiri, Shin Jae-won, ikut berkomentar di unggahan itu. Tulisannya singkat tapi menggoda: “Saya berharap bisa melatih Indonesia lagi.”

Pelatih Tanpa Kabin

Posisi Shin Tae-yong saat ini memang sedang lowong. Sejak hengkang dari Ulsan Hyundai pada Oktober 2025 silam, ia belum lagi menangani klub mana pun. Statusnya sebagai free agent ini jelas membuka peluang bagi siapa saja yang punya niat dan kemampuan, termasuk klub-klub Liga 1.

Dan Persija, dengan kekuatan finansial dan ambisinya, tentu masuk dalam daftar calon kuat.

Souza di Bawah Terik Sorotan

Di sisi lain, situasi tidak mudah bagi Mauricio Souza. Tekanan dari suporter mulai mengeras, terutama setelah beberapa keputusan taktiknya dipertanyakan. Hasil imbang melawan Arema FC adalah salah satu pemicu kritik.

Souza disorot karena dianggap kurang memberi kepercayaan pada pemain diaspora seperti Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra. Selain itu, pola rotasi pemainnya dinilai kaku, terlalu mengandalkan skuat inti yang itu-itu saja. Performa yang tidak konsisten membuat kursinya kian panas.

Jadi, semua mata kini tertuju pada dua nama: Shin Tae-yong yang membuka pintu, dan Mauricio Souza yang berjuang mempertahankan posisinya. Drama di Kemayoran sepertinya baru akan mulai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar