DIENG - Sebuah video yang beredar di Instagram memancing decak kagum. Tampak seorang pria muda berjalan di kawasan Dieng, Jawa Tengah, dengan sebuah tas besar dipikul di punggungnya. Bukan tas biasa, melainkan dispenser portabel berisi kopi siap saji. Penampilannya yang unik langsung menyita perhatian pengunjung.
Kalau biasanya kita melihat pedagang kopi keliling dengan gerobak atau motor, di sini caranya berbeda. Si penjual ini benar-benar berjalan kaki, menjajakan kopinya dengan cara digendong. Inovasi sederhana ini rupanya langsung disambut hangat, bahkan viral.
Akun Instagram @rinto_joss_99 yang mengunggah video itu memberi caption singkat.
"Penjual kopi susu kreatif," tulisnya, dikutip Minggu (19/4/2026).
Menurut sejumlah komentar, konsep jualan minuman dengan cara digendong seperti ini sudah pernah ada, misalnya di Jepang. Hanya saja, di sana yang dijual biasanya minuman beralkohol, bukan kopi. Nah, di Dataran Tinggi Dieng, yang hangat-hangatnya justru kopi yang menjadi primadona.
Harganya per gelas dibanderol sepuluh ribu rupiah. Praktis, karena kopinya sudah siap tuang. Tidak perlu proses racik di tempat, cocok untuk mereka yang butuh cepat.
Viralnya video ini membanjiri kolom komentar dengan beragam tanggapan. Banyak yang memuji ide segar si penjual.
"Dari awalnya outlet, lalu gerobak, sekarang ada gendong. Kalau tukang jamu gendong bisa gini juga, bakalan keren sih," kata @woo".
Ada juga yang menyebutnya solusi praktis.
"Mamang kopi portable. Kreatif banget," ujar @red".
"Kok orang-orang kepikiran bikin inovasi baru gitu sih, keren banget buat yang butuh satset," ungkap @gla".
Jadi, gimana pendapatmu? Inovasi jualan kopi gendong ini menurutmu cuma sekadar tren sesaat, atau justru jadi bisnis yang punya masa depan? Mungkin suatu hari nanti, kalau lagi mendaki Dieng, kamu akan berpapasan dengannya dan bisa langsung mencicipi kopi gendong yang jadi buah bibir ini.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118 FIFA Usai Hentikan Kutukan 38 Tahun Lawan Oman
Timnas Indonesia Akhirnya Putus Puasa 38 Tahun Tak Pernah Kalahkan Oman
Utang Pinjol Nasional Tembus Rp102 Triliun per April 2026, OJK Catat Risiko Kredit Macet Meningkat
Komisi XIII DPR Panggil Kementerian Imipas Bahas Lemahnya Pengawasan Usai Delapan Pejabat Jadi Tersangka Pemerasan