WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun

- Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB
WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun

Dengan skema ini, harapannya jelas: struktur keuangan perusahaan bisa lebih sehat. Kalau pemegang saham dan pemegang MTN ikut serta, rasio utang bakal turun. Alhasil, struktur modal punya peluang membaik.

Namun begitu, manajemen tentu berharap partisipasi aktif dari para pemegang saham lama. Ada konsekuensi kalau mereka memilih tidak ambil bagian.

Singkatnya, kepemilikannya bakal tergerus. Untuk membahas dan menyetujui rencana ini, perusahaan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026 mendatang.

Soal kepemilikan saham, hingga akhir Februari 2026, Tumiyana masih memegang kendali sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 66,95 persen. Posisi berikutnya diisi Red Dragon Capital Ltd (6,5 persen) dan Koperasi Konsumen Karyawan Mandiri Widodo Makmur (6,15 persen).

Di sisi lain, kepemilikan publik tercatat sebesar 20,42 persen, atau setara 6,01 miliar saham. Di dalam kelompok ini, terdapat beberapa nama seperti PT Pendanaan Efek Indonesia, pemerintah Norwegia, dan Afandi Tjandra.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags