Kiswah Kabah Diangkat, Proses Perawatan Tahunan di Masjidil Haram Dimulai

- Selasa, 14 April 2026 | 18:25 WIB
Kiswah Kabah Diangkat, Proses Perawatan Tahunan di Masjidil Haram Dimulai

Namun, jadwalnya sempat berubah. Dulu, penggantian selalu dilakukan setiap 9 Zulhijah, bertepatan dengan hari wukuf di Arafah. Tapi sejak tahun 1444 Hijriah atau 2022 Masehi, waktunya bergeser.

Atas perintah Raja Salman yang mulai berlaku 30 Juli 2022, kini kiswah diganti setiap 1 Muharam, alias di awal Tahun Baru Islam. Perubahan ini jadi penyesuaian baru dalam pengelolaan prosesi sakral tersebut.

Menurut Saudi Press Agency, prosesi penggantiannya dimulai usai salat Subuh. Kain lama dilepas dengan penuh hormat, lalu kain baru dipasang bertahap di setiap sisi Ka'bah oleh tim teknisi khusus.

Jejak Panjang Sebuah Tradisi

Lalu, sejak kapan tradisi ini bermula? Sejarahnya ternyata sudah ada sejak masa sebelum Islam datang. Merujuk catatan General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques, awalnya kiswah dibuat dan dikirim dari Mesir.

Baru pada 1927, Arab Saudi mulai memproduksinya sendiri. Dan sejak 1962, seluruh proses pembuatan dipusatkan di Kompleks Raja Abdul Aziz di Makkah.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, kiswah pernah diganti memakai kain dari Yaman. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh para khalifah dan penguasa Muslim setelahnya. Menurut Ali Husni al-Kharbutli dalam bukunya "Sejarah Ka'bah", pada masa-masa awal, kain penutup ini berasal dari persembahan masyarakat sebagai wujud penghormatan.

Bahkan, catatan dari Arab News menyebutkan, raja Yaman bernama Tubbaa Al-Humairi sudah menutupi Ka'bah dengan berbagai jenis kain di era pra-Islam.

Intinya, tradisi mengganti kiswah ini lebih dari sekadar perawatan fisik. Ia punya makna simbolis yang dalam; sebuah bentuk pemuliaan dan penghormatan. Momentum ini juga menjadi penanda pergantian tahun sekaligus pengingat nilai-nilai spiritual bagi muslim di seluruh penjuru dunia.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar