BANTAENG - Makam Aipda Taufik akhirnya dibongkar. Anggota Polres Bantaeng ini sebelumnya ditemukan tewas dalam kondisi menggantung di sebuah gudang, persis di dekat rumahnya, pada akhir Maret lalu. Nah, ekshumasi atau pembongkaran makam ini dilakukan Selasa (14/4/2026) siang, dengan satu tujuan utama: memastikan penyebab kematiannya yang sebenarnya.
Lokasinya di Jalan Bakri, Kelurahan Bonto Rita. Suasana di area pemakaman itu tegang. Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) dari Biddokkes Polda Sulsel yang memimpin proses teknisnya. Sementara itu, aparat berseragam berjaga ketat, memasang garis polisi untuk mengamankan seluruh area. Mereka ingin semua berjalan lancar, tanpa gangguan.
Menurut Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, langkah ini bukan inisiatif polisi semata. Ini adalah tindak lanjut atas permintaan keluarga korban.
“Ekshumasi dan autopsi ini dilakukan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian almarhum, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pihak keluarga,” jelasnya.
Posisi polisi dalam hal ini, tegasnya, lebih sebagai pengawal. Tugas mereka memastikan prosedur berjalan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Upacara Militer dan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Macron di Paris
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun