Ratusan pengacara dari berbagai penjuru Indonesia memadati Ballroom Level Up di Sentul City, Minggu lalu. Suasana riuh rendah terdengar jelas. Mereka bukan cuma sekadar berkumpul, tapi sedang merajut kembali ikatan persaudaraan dalam acara halal bihalal besar-besaran. Sekitar 300 advokat, semua perwakilan cabang dan anak cabang Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI), hadir dengan satu tujuan: memperkuat kohesi internal.
Acara itu sendiri terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan formal biasa. Dari tata panggung yang memukau dengan grafis digital dinamis, pencahayaan yang ditata apik, sampai berbagai elemen pendukung lainnya semuanya menyiratkan satu pesan: KNAI ingin tampil sebagai organisasi yang modern dan melek teknologi. Konsep digital kreatif yang diusung memang berhasil menciptakan atmosfer yang segar dan energik.
Di tengah kemeriahan itu, Ketua Umum KNAI, Pablo Benua, menyampaikan pidatonya. Ia mengakui bahwa sebagai organisasi yang relatif baru, KNAI memang gencar melakukan konsolidasi.
Namun begitu, di balik gemerlap teknologi, ada pesan mendasar yang ditegaskan Pablo. Ia tak ingin kemajuan sistem membuat anggota lupa pada akar profesi mereka.
Artikel Terkait
Tiga Pelaku Balap Liar di Malaka Diamankan Patroli Gabungan Polisi
Presiden Prabowo Disambut Upacara Militer dan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Macron di Paris
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen