Tak cuma dari Timur Tengah. Rosan juga menegaskan bahwa minat investor besar seperti Jepang, Korea Selatan, dan China tidak surut. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif dan bisa terus berkembang ke depan.
Di sisi lain, ada target jangka menengah yang lebih besar lagi. Pemerintah berkomitmen penuh pada angka dalam RPJMN 2025-2029, yaitu Rp13.032,8 triliun. Kalau mau mencapai target itu, artinya perlu ada lompatan investasi sekitar 143 persen dalam lima tahun dibandingkan capaian sepuluh tahun sebelumnya. Tantangan yang tidak main-main.
Namun begitu, ada kabar baik yang bisa jadi penyemangat. Realisasi investasi kuartal I ini ternyata juga berdampak positif pada lapangan kerja.
“Penyerapan tenaga kerja juga diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen,” kata Rosan.
Jadi, meski tantangan global menghadang, pemerintah tetap berusaha menjaga momentum. Optimisme itu ditopang oleh ketertarikan investor dan stabilitas yang jadi daya tarik utama Indonesia di mata dunia.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli
Pengguna Tri Dapat Tukar Poin Jadi Voucher Diskon Hotel Mister Aladin